Lokasi Verifikasi UM I UNDIP 2010

Lokasi Verifikasi

Semarang  : Gedung Prof. Soedarto, SH. Kampus Tembalang Semarang

Jakarta: SMA LABSCHOOL, Jl. KH Ahmad Dahlan No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Telp. 0217398935

Bandung :  Kantor Pusat Pembinaan Keahlian dan Teknik Konstruksi Departemen PU Jl. Abdul Hamid, Cicaheum, Kotamadia Bandung

Surabaya :  SMU TA’MIRIYAH, Jl. Indrapura No 12, Surabaya Tel 031 3525931

Bandar Lampung: Jl. Prof. M. Yamin No 15 Rawa Laut, Bandar Lampung, Tel 0721 251545.

Pekan Baru: SMAN 8 Pekanbaru (R-BI). Jl. Abdul Muis No. 14, Kelurahan Cinta Raja, Kec. Sail, Pekanbaru, Telp 076123073

Medan : SMAN 1 Medan Jl Teuku Cik Ditiro No 1 Medan, Tel 061 4511765

Samarinda : SMAN 1 Samarinda Jl. Bayangkara Samarinda Tel. 0541 7060273

VERIFIKASI PENDAFTARAN UJIAN MANDIRI I UM UNDIP Tahun 2010

VERIFIKASI PENDAFTARAN UJIAN MANDIRI I UM UNDIP  Tahun 2010

sumber: http://www.um.undip.ac.id

  • Pendaftaran Online Ujian Mandiri I tahun 2010 akan ditutup tanggal 22 Maret 2010.
  • Verifikasi Pendaftaran akan dilaksanakan serempak di seluruh lokal ujian mandiri I 2010 mulai tanggal 29 Maret s.d. 1 April 2010 jam 08.00 s.d 16.00 WIB.
  • Semua calon peserta ujian wajib melakukan pengesahan/verifikasi pendaftaran. Bagi yang tidak melakukan verifikasi/pengesahan pendaftaran dianggap mengundurkan diri dan tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian tertulis.
  • Verifikasi pendaftaran dilakukan sesuai dengan kota yang dipilih untuk mengikuti ujian tertulis Ujian Mandiri Undip 2010. Contoh bagi calon peserta yang memilih kota Jakarta untuk tempat ujian tertulis pada saat pendaftaran online, maka verifikasi pendaftarannya juga harus dilakukan di Jakarta.
  • Verifikasi/pengesahan pendaftaran dilakukan dengan cara datang langsung ke lokasi verifikasi pendaftaran yang ditentukan di setiap kota tempat pelaksanaan Ujian Mandiri Undip 2010 dengan tidak diwakilkan. Kecuali bagi yang kolektif sekolah bisa dilakukan oleh perwakilan sekolah masing-masing dengan mengikuti syarat-syarat yaitu: Membawa formulir pernyataan perwakilan sekolah. contoh formulir bisa di download di menu –> download
  • Melakukan verifikasi dengan syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Menyerahkan bukti pembayaran biaya pendafaran dalam bentuk struk ATM, print out internet banking atau slip pembayaran jika melalui teller.
  2. Menyerahkan print out Kartu Peserta Ujian (KPU) dan bukti hadir yang sudah ditempel foto peserta terbaru ukuran 4 x 6 cm dan menandatangani kartu peserta ujian didepan petugas verifikasi pendaftaran.
  3. Menyerahkan isian formulir SPMP yang telah ditandatangani orangtua/wali/penyandang dana peserta di atas materai Rp.6.000,-
  4. Menyerahkan Surat keterangan lulus/foto copy Ijazah yang sudah dilegalisir, atau keterangan sedang aktif menempuh studi dikelas 3 dari sekolah masing-masing (bagi yang belum lulus). Berkas tersebut dimasukkan dalam map merah untuk kelompok IPA, map kuning untuk kelompok IPS, map biru untuk kelompok IPC.
  5. Saat verifikasi ini peserta akan diberikan informasi tentang lokasi ruang ujian sesuai dengan nomor peserta.
  6. Bagi yang melakukan verifikasi / pengesahan pendaftaran di luar kota Semarang harus membayar biaya Verifikasi sebesar Rp. 50.000, – dan diberikan pada loket panitia verifikasi.

Lokasi Ujian SMUP UNNES 2010 berdasarkan no ujian

Semarang, unnes.ac.id. Tes Tertulis SPMU 2010 Unnes pada tanggal 14 Februari 2010 tersebar di 3 tempat (wilayah) yaitu Semarang, Pati, dan Tegal.
Ciri khas penting ada pada nomor tes yaitu pada angka pertama, untuk angka 1 menunjukkan wilayah Semarang, angka 2 untuk wilayah Kab. Pati, dan angka 3 menunjukkan wilayah lokasi tes di Kota Tegal. Untuk lokasi tempat dipersilakan memperhatikan denah yang terdapat pada Kartu Tes SPMU 2010

WILAYAH KOTA SEMARANG (1)
1. Kampus Unnes Sekaran Gunungpati = 6480
—>(1710400001 – 1710406480)
2. SMA Institut Indonesia, Jl Maluku 25, Semarang Timur = 480
—>(1710406481 – 1710406960)
3. SMP Institut Indonesia, Jl Maluku, Semarang Timur = 320
—>(1710406961 – 1710407280)
4. SMA Kesatrian 1, Jl Pamularsih 116 = 560
—>(1710407281 – 1710407840)
5. SMA/SMK Teuku Umar, Karangrejo Tengah, Jatingaleh = 400
—>(1710407841 – 1710408240)
6. STIE Dharma Putra, Jl Pamularsih 16 Semarang Barat= 500
—>(1710408241 – 1710408740)
7. SMAN 5 Semarang, Jl Pemuda 143 = 580
—>(1710408741 – 1710409320)
8. SMA Islam Sultan Agung 1, Jl Mataram 657 = 600
—>(1710409321 – 1710409920)
9. Politeknik Negeri Semarang, Tembalang = 1540
—>(1710409921 – 1710411460)
10. SMKN 7 Semarang, Jl Simpang Lima = 600
—>(1710411461 – 1710412060)
11. Kampus Biru AMNI – SMA Gita Bahari, Jl Soekarno-Hatta 180 = 500
—>(1710412061 – 1710412560)
12. SMAN 2 Semarang, Jl Sendangguwo Baru No 1 = 740
—>(1710412561 – 1710413300)
13. SMKN 2 Semarang, Jl Dr Cipto 121 = …
—>(1710413301 – …)

WILAYAH KABUPATEN PATI (2)
1. SMAN 1 Pati, Jl P Sudirman 24 Plangitan = 520
—>(2710400001 – 2710400520)
2. SMAN 2 Pati, Jl Jend A Yani Sidokerto = 540
—>(2710400521 – 2710401060)
3. SMAN 3 Pati, Jl P Sudirman 1A Puri = 500
—>(2710401061 – 2710401560)
4. SMKN 1 Pati, Jl Jend A Yani No 1 = 340
—>(2710401561 – 2710401900)
5. SMKN 3 Pati, Jl Kol Sunandar 108 = 320
—>(2710401901 – 2710402220)
6. SMA Nasional, Jl Nanas 528 Plangitan = ….
—>(2710402221 – …)

WILAYAH KOTA TEGAL (3)
1. Unnes UPP Tegal, Jl Kol Sugiono = 260
—>(3710400001 – 3710400260)
2. SMAN 3 Tegal, Jl Sumbodro 51 = 460
—>(3710400261 – 3710400720)
3. SMPN 1 Tegal, Jl Tentara Pelajar 26 = 440
—>(3710400721 – 3710401160)
4. SMPN 2 Tegal, Jl Menteri Supeno 5 = 300
—>(3710401161 – 3710401460)
5. SMPN 3 Tegal, Jl Yos Sudarso 25 = 260
—>(3710401461 – 3710401720)
6. SMPN 4 Tegal, Jl Dr Setia Budi 163 = 240
—>(3710401721 – 3710401960)
7. SMPN 8 Tegal, Jl Proklamasi 14 = 180
—>(3710401961 – 3710402140)
8. SMPN 10 Tegal, Jl Kartini 56 = 240
—>(3710402141 – 3710402380)
9. SMPN 14 Tegal, Jl Wisanggeni = 480
—>(3710402381 – 3710402860)
10. SMPN 15 Tegal, Jl Sumbrodro 49 = 360
—>(3710402861 – 3710403220)
11. SMP Al Irsyad, Jl Mayjen Sutoyo 7 = 220
—>(3710403221 – 3710403440)
12. SMAN 2 Tegal, Jl Lumba-lumba = …
—>(3710403441 – …)

Untuk seluruh peserta tes tertulis SPMU 2010 dapat memperhatikan peta yang tercetak pada Denah Lokasi Tes pada Kartu Tes masing-masing, yang diharapkan kepada peserta tes agar sehari sebelum pelaksanaan tes tertulis telah mengetahui tempat tesnya tersebut.

Ujian Masuk Bersama / UMB 2010

update 14 Mei 2010

buat teman -teman yang perlu soal UMB PTN silahkan download dibawah ini ….

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 110

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 210

Soal UMB Bahasa Inggris – Kode 210

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 110

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 210

Soal UMB Matematika IPA – Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 220

Soal UMB Fisika -Kode 120

Soal UMB Fisika -Kode 220

Soal UMB Kimia -Kode 120

Soal UMB Sejarah -2009

Soal UMB Geografi – 2009

Soal UMB Ekonomi – 2009

Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB)
UMB diselenggarakan untuk melakukan seleksi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi.

UMB-PTS
Merupakan ujian masuk bersama yang diikuti 30 (tiga puluh) Perguruan Tinggi Swasta

UMB-PTS untuk tahun ajaran 2010 direncanakan diadakan sebanyak lima kali, yaitu:
1. Tanggal 8 November 2009(sudah terlaksana)
2. Tanggal 21 Februari 2010
3. Tanggal 13 Juni 2010
4. Tanggal 8 Agustus 2010
5. Tanggal 8 November 2010
UMB-PTS edisi 21 Februari 2010, direncanakan sbb:

PEMBAYARAN On-Line BNI : 11 Februari s/d 19 Februari 2010
Pendaftaran : 11 Februari s/d 19 Februari 2010
Pelaksanaan Cyber Test : 21 Februari 2010
Pengumuman Test : 24 Februari 2010

UMB-PTN
Merupakan ujian masuk bersama untuk Perguruan Tinggi Negeri
Tahun 2010 ini direncanakan akan diikuti oleh 12 PTN
Jadual UMB-PTN 2010 sbb:
Pembayaran Di Bank BNI: 22 Februari – 19 Mei 2010
Pendaftaran Online: 12 April 2010 – 19 Mei 2010
Ujian Tulis (satu hari) : 22 Mei 2010
Pengumuman: 08 Juni 2010

Pencetakan Ulang Kartu Tanda Peserta SPMU 2010

sumber : http://www.spmu.unnes.ac.id

Sehubungan dengan adanya kesalahan data lokasi tes tertulis untuk peserta SPMU yang memilih lokasi tes tertulis di Pati dan Tegal, maka degan ini diumumkan kepada peserta SPMU 2010 yang telah mencetak Kartu Tanda Peserta pada tanggal 8, 9, dan 10 Januari 2010 (sebelum pengumuman ini ditulis) dan memilih lokasi tes tertulis di Tegal dan Pati diwajibkan untuk MENCETAK ULANG Kartu Tanda Peserta yang baru. Pada Kartu Tanda Peserta SPMU 2010 yang baru, data lokasi tes tertulis untuk wilayah Pati dan Tegal telah diperbaiki. Demikian pengumuman ini disampaikan, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Ujian Tulis SPMU UNNES 2010

PELAKSANAAN TES

Peserta SPMU wajib mengikuti tes tertulis, dan/atau tes keterampilan dengan jadwal sebagai berikut.
14 – 02 – 2010 pukul 08.00-13.30 WIB : Tes Tertulis: Bhs. Indonesia & Bhs. Inggris, Matematika, IPA Dasar, dan IPS Dasar
21 – 02 – 2010 pukul 08.00-14.00 WIB : Tes Keterampilan untuk Jurusan/Prodi Seni dan Olahraga

Kekuatan Soal Ujian !!!!!

tahukah kalian bahwa kekuatan soal adalah :

1. Ukuran peta kemampuan anda ketika anda telah mencoba semua

2. Ukuran perkembangan dan perubahan kualitas soal

3. Ukuran perubahan model seleksi dimasing-masing PTN tiap tahunnya

4. Peta Strategi belajar

5.  Senjata untuk lolos tes tertulis

6. Bahan belajar

7. Ukuran kecerdasanmu dimasing-masing mapel

8. Ukuran kualitas lulusan Ujian mandiri

9. Ukuran penting atau tidaknya persiapan kamu

10. Ukuran persepsimu bahwa tes adalah penting atau tidak

11. Ukuran bahwa kamu tahu medan berperang atau tidak

mudah-mudahan bermanfaat…so.. segera miliki soal ,….

yang mau masuk UGM harus punya soal UM UGM

yang mau masuk UI harus punya soal SIMAK UI..minimal try outnya

yang mau masuk UNNES ya juga harus punya soal SPMU UNNES

yang mau masuk UNDIP juga harus punya soal UM UNDIP

dst……………selamat berjuang saudaraku

STRATEGI TEMBUS SPMB 2009

ini cerita dariteman yang di bandung …..

STRATEGI TEMBUS SPMB
Ujian akhir nasional (UAN) telah usai dan dari 1.891.339 peserta ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas/madrasah (SMA/MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun 2004, hanya 88,55 persen (1.674.781 peserta) yang berhasil melewati nilai standar kelulusan 4,01 ke atas

Setiap lulusan SMA/MA dan SMK (baca : sekolah menengah tingkat atas¡ªSMTA) berhak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, perguruan tinggi (PT), baik PT negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Akan tetapi, seperti sudah menjadi tradisi tahunan, para siswa umumnya berbondong-bondong mendaftarkan dirinya menjadi calon mahasiswa PTN melalui jalur sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Walaupun untuk itu terkadang mereka bertindak tidak rasional dan proporsional.

Tidak sedikit calon mahasiswa mengikuti SPMB berdasarkan ¡°mode¡± belaka, ikut-ikutan, mengikuti arus teman. Pilihan program studi mereka di PTN pada galibnya adalah jurusan-jurusan atau fakultas-fakultas ¡°favorit¡± yang diminati oleh banyak calon mahasiswa. Umpamanya, kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain. Padahal untuk dapat diterima di situ dibutuhkan nilai ujian yang tinggi, mengingat banyaknya peminat. Jadi, semakin banyak calon mahasiswa yang meminati suatu program studi di PTN, maka akan semakin tinggi pula nilai ujian yang harus diperolehnya untuk diterima di sana. Begitu pula sebaliknya.

Seluruh PTN di Indonesia yang menyelenggarakan SPMB hanya akan menerima 86.607 mahasiswa baru yang tersebar pada 1.615 program studi (Kompas, 11 Juni 2004). Kalau lulusan SMTA yang ikut SPMB diasumsikan sekira setengah juta orang, berarti yang tidak lulus SPMB jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang lolos.

Demikian sulitkah untuk menembus SPMB? Tidak juga, kalau calon mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi tembus SPMB dengan jurus 3K, yakni Kesempatan, Kemampuan, dan Kemauan, sebagaimana dielaborasi di bawah ini.

Kesempatan

Pada hakikatnya, menjadi peserta SPMB adalah suatu kesempatan, suatu peluang yang sudah semestinya disikapi secara positif oleh para siswa lulusan SMTA.

Setiap lulusan SMTA bisa mengikuti SPMB sampai tiga kali. Sewaktu baru lulus, setahun setelah lulus, dan dua tahun setelah lulus. Bagi siswa lulusan 2004 , SPMB tahun ini adalah kesempatan pertama untuknya dan jika tidak diterima, masih ada dua kesempatan lagi (2005, 2006). Bagi lulusan 2003, jika tidak diterima tahun ini, maka tinggal satu kesempatan (2005). Dan bagi lulusan 2002, tahun sekarang merupakan kesempatan terakhir untuknya, jika tidak diterima, maka hilanglah peluang menjadi mahasiswa PTN melalui SPMB.

SPMB 2004 diikuti 49 PTN seluruh Indonesia yang terbagi ke dalam tiga regional, yakni regional I meliputi PT di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat; regional II : Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur; dan regional III : Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. (Data lengkap PTN per regional dapat dilihat di Buku Petunjuk SPMB 2004 atau di http://www.spmb.or.id)

SPMB diselenggarakan di kota-kota di mana PTN berada dan di kota-kota lain yang oleh panitia dianggap strategis. Seleksi ujian tersebut diselenggarakan pada saat yang bersamaan dan menggunakan soal yang sama atau setara. Peserta ujian disarankan memilih tempat ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat program studi atau universitas yang menjadi pilihannya. Peserta ujian dapat memilih program studi di setiap PTN, dengan persyaratan salah satu pilihannya berada di regional di mana peserta mengikuti ujian; pilihlah tempat ujian yang paling dekat atau paling efisien. Lokasi ujian tidak menjadi pertimbangan diterima atau tidak diterimanya peserta di PTN, tetapi lebih ditentukan oleh nilai SPMB yang bersangkutan dan nilai-nilai dari pesaing di program studi pilihannya.

SPMB mempermudah siswa untuk bisa mendaftar dan diterima di PTN yang diminatinya. Mereka cukup sekali ujian dan memilih beberapa PTN tanpa harus pergi dan menginap ke lokasi di mana PTN pilihannya berada. Mereka hanya perlu mengadakan satu kali perjalanan setelah pasti diterima di PTN pilihannya.

Jadi, untuk dapat diterima di PTN, pilihlah program studi yang tidak favorit, yang berdaya saing rendah. Artinya, calon mahasiswa yang meminatinya tidak terlalu banyak. Strategi yang direkomendasikan di sini : pilihan ke-1 program studi nonfavorit, pilihan ke-2 program studi nonfavorit, dan/atau pilihan ke-3 (untuk yang mengikuti IPC) program studi nonfavorit juga.

Kemampuan

Pada dasarnya, SPMB adalah suatu proses seleksi akademis yang mencakup tiga kelompok ujian : IPA, IPS, dan IPC/Campuran (IPA dan IPS). Setiap lulusan SMTA, jurusan apa saja, boleh mengikuti SPMB kelompok IPA, IPS, atau IPC. Lulusan SMA jurusan IPS yang mengikuti SPMB kelompok IPA juga boleh memilih program studi apa saja di kelompok IPA, termasuk Kedokteran, Komputer, Teknik, Pertanian, dsb.

Secara umum, terdapat tiga mata ujian : kemampuan kuantitatif dan kemampuan verbal sebanyak 75 soal (yaitu matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, masing-masing 25 soal), kemampuan IPA 75 soal (matematika, biologi, fisika, kimia, dan IPA terpadu, masing-masing 15 soal), dan kemampuan IPS 75 soal (sejarah, geografi, ekonomi¡ªmasing-masing 20 soal¡ª, dan IPS terpadu 15 soal). Peserta ujian harus mampu mengalokasikan waktu dengan jumlah soal yang tersedia, sehingga tidak ada alasan kekurangan waktu pengerjaan soal. Perlu dicatat, kemampuan verbal waktunya 180 menit, kemampuan IPA 150 menit, dan kemampuan IPS 90 menit.

Oleh karena setiap pelajaran mempunyai bobot yang sama, maka kerjakanlah semua soal ujian. Kalau peserta SPMB sama sekali tidak mengerjakan soal salah satu mata pelajaran, maka ia akan mendapat ¡°nilai-mati¡± untuk pelajaran tersebut. Sungguhpun nilai yang lain bagus sekali, kalau ada ¡°nilai mati¡± maka ia tidak akan diterima!.

Semua peserta SPMB akan diurutkan menurut nilai ujiannya, kemudian dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu. Jika masih ada tempat di pilihan pertama, ia akan diterima di program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama telah penuh, dan masih ada program studi pilihan kedua, ia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan program studi pilihan kedua telah penuh, maka ia tidak akan diterima walaupun nilainya masih cukup tinggi. Bagi yang memilih kelompok IPC dengan tiga pilihan, maka pilihan ketiga akan diproses dengan cara yang sama.

Pendek kata, SPMB tidak mengenal passing grade. Setiap program studi menerima calon mahasiswa sesuai urutan nilainya, nilai yang lebih baik mendapat prioritas untuk diterima lebih dulu, dan penerimaan berhenti setelah daya tampung terpenuhi.

Jadi, kalau calon mahasiwa memilih program studi favorit, maka ia harus berupaya untuk meraih nilai ujian maksimal. Dengan asumsi, apabila nilai ujiannya tinggi, maka akan dapat mengalahkan para pesaingnya di program studi itu.

Kemauan

Pemilihan program studi di PTN, idealnya, selain karena calon mahasiswa mampu menaklukkan soal-soal ujian SPMB juga harus selaras dengan minat dan bakatnya, sehingga ia diharapkan sukses menyelesaikan studinya di PTN. Namun, dalam SPMB, melalui uji keterampilan program studi keolahragaan dan kesenian saja minat dan bakat calon mahasiswa dapat diketahui. Sebab, berdasarkan Keputusan Mendiknas No. 173/U/2001 tentang Penerimaan Calon Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, SPMB hanya bertujuan untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di PTN sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Dari sini, domain afektif dan psikomotor (menurut Taxonomy Bloom)¡ªkecuali untuk program studi keolahragaan dan kesenian¡ªtidak terungkapkan.

SPMB selain menafikan minat dan bakat calon mahasiswa juga tidak mengungkap perilakunya selama bersekolah di SMTA (misalnya : rajin, malas, tukang menyontek, sering kesiangan/terlambat, aktivis, trouble maker, dan lain-lain perbuatan positif maupun negatif siswa).

Berdasarkan uraian di atas, dalam mengikuti SPMB, calon mahasiswa hendaknya menggunakan hati nuraninya. Maksudnya, jangan menjadikan PTN sebagai ¡°tujuan¡±, tetapi sebagai ¡°alat¡± belaka untuk mencapai tujuan yang riil yakni dunia kerja atau masa depan.

Adalah wajar nian tatkala calon mahasiswa memilih program studi favorit di PTN, karena program-program studi itu memang menjanjikan dunia kerja atau masa depan yang relatif lebih baik; dengan gaji, penghasilan, atau kesejahteraan yang layak untuk hidup.

Jadi, biarpun gagal diterima di kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain program studi ¡°favorit¡± di PTN; hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Toh, masih banyak PTS-PTS yang membuka program-program studi sejenis dengan kualitas pembelajaran yang tidak kalah dengan PTN dan biaya pendidikan yang cukup terjangkau calon mahasiswa. Lalu, mengapa tetap ngotot ke PTN, kalau tujuan utamanya adalah meraih masa depan yang lebih baik?. NNN Penulis, 10 tahun aktif di berbagai Bimbel di Bandung; kini tenaga fungsional di SMAN 21 Bandung NNN

TIPS SNMPTN 2008 – 2009

TIPS SNMPTN 2008
Satu hari sebelum ujian, Selasa, 1 Juli 2007:
Cek lokasi tempat ujian, dan pastikan nomor ujian Anda ada di lokasi tersebut.
Jika ada masalah dengan lokasi ujian, segera hubungi sekretariat. Nomor telepon 022-2511999.
Kenali dengan baik jalur perjalanan Anda, dan berapa lama perjalanan yang diperlukan dari rumah Anda sampai lokasi ujian. Perhitungkan kemacetan yang mungkin terjadi pada waktu menjelang ujian.
Jika menggunakan angkutan umum, kenali dengan baik jalur perjalanan angkutan umum, agar perjalanan dapat ditempuh dengan tepat.
Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ujian, seperti alat tulis, tanda peserta ujian, tanda pengenal, dan pakaian.
Upayakan cukup tidur pada malam hari sebelum ujian, agar tubuh lebih segar ketika ujian.
Berusahalah untuk santai.
Kartu ujian sebaiknya difotokopi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hari pertama, Rabu, 2 Juli 2007:
Usahakan Anda datang lebih pagi di lokasi ujian 1 (satu) jam sebelum jadwal masuk.
Periksa perlengkapan sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua perlengkapan sudah dibawa.
Sebelum berangkat ujian disarankan:
- Makan pagi dulu.
- Berdoalah.
Dengarkan penjelasan dari pengawas, agar tidak melakukan kesalahan.
Jangan menjamah soal sebelum ada tanda bahwa ujian sudah dimulai.
Pengawas akan meminta anda untuk membubuhkan tanda tangan pada Bukti Hadir dan Lembar Jawaban, dengan menggunakan alat tulis panitia.
Ikuti petunjuk dari pengawas.

Hari kedua, Kamis, 3 Juli 2008:
Perhatikan jadwal pelaksanaan ujian untuk masing-masing kelompok IPA, IPS, dan IPC.
Usahakan Anda datang lebih pagi di lokasi ujian 1 (satu) jam sebelum jadwal masuk.
Periksa perlengkapan sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua perlengkapan sudah dibawa.
Sebelum berangkat ujian disarankan:
- Makan pagi dulu.
- Berdoalah.
Dengarkan penjelasan dari pengawas, agar tidak melakukan kesalahan.
Jangan menjamah soal sebelum ada tanda bahwa ujian sudah dimulai.
Pengawas akan meminta anda untuk membubuhkan tanda tangan pada Bukti Hadir dan Lembar Jawaban, dengan menggunakan alat tulis panitia.
Ikuti petunjuk dari pengawas.
Setelah ujian selesai dilakukan, harap Tanda Peserta Ujian disimpan dengan baik dan jangan hilang, karena akan dipergunakan kembali pada saat registrasi ulang seandainya diterima di perguruan tinggi yang dipilih oleh peserta.

Lain-lain:

Jika kehilangan dokumen atau ada masalah yang berkaitan dengan SNMPTN, dapat menghubungi sekretariat. Dokumen yang hilang mungkin ditemukan dan dikembalikan ke sekretariat.

Tips Menghadapi Ujian/Tes

Tips Menghadapi Ujian/Tes

A.Pendahuluan

Mengerjakan tes atau ujian merupakan aktivitas yang sangat dekat dengan kita, baik ketika sekolah, memasuki dunia kerja, atau bahkan ketika akan dipromosikan dalam karir. Mengerjakan tes atau ujian terkadang bukan hanya masalah kita menghapal materi kemudian mengerjakan soal. Sesungguhnya ketika kita mengerjakan soal tes atau ujian terjadi banyak proses yang terkait bukan hanya pada saat kita mengerjakan tes, akan tetapi juga bagimanakah persiapan kita sebelumnya, reaksi emosional, serta fisik yang bercampur menjadi satu. Dalam mengerjakan soal tentunya tidaklah cukup mengAndalkan hapalan yang kita miliki dalam menjawab soal, akan tetapi lebih dari itu, bagaimana persiapan kita, strategi yang kita pilih untuk menyelesaikan soal menjadi kunci sukses tidaknya kita mengerjakan tes atau ujian.

Dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada perguruan tinggi negeri, tidak jarang kita mendengar terdapat orang-orang pintar yang tidak lulus. Dalam tulisan ini Anda akan diajak untuk melihat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan mengerjakan suatu tes atau ujian. Kemudian dalam tulisan ini Anda akan mendapatkan berbagai hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi ujian, baik persiapan secara fisik, maupun secara mental. Anda juga akan diajak untuk lebih mengenali karakteristik dari soal-soal tes atau ujian. Dan terakhir Anda akan diberikan strategi praktis menjawab soal secara efesien dan efektif.

B.Persiapan Mental

Mengerjakan sebuah ujian atau tes bukanlah hanya masalah apakah kita menguasai pokok materi atau tidak. Seringkali kita mendapati anak yang cerdas tetapi sering mendapatkan nilai yang rendah pada ujian atau tes. Hal ini mungkin saja terjadi karena mengerjakan saol ujian atau tes menuntut proses mental yang dipengaruhi berbagai faktor. Karena faktor mental menjadi dominan pada waktu kita mengerjakan tes atau ujian maka faktor mental ini juga mempunyai pengaruh yang besar dalam menyumbangkan keberhasilan mengerjakan tes atau ujian. Faktor mental yang dimaksud adalah kondisi psikologis testee (orang yang mengerjakan tes) pada waktu akan mengerjakan dan ketika mengerjakan tes atau ujian. Kekhawatiran menghadapi tes atau ujian diberi label kekhawatiran karena perasaan ini sebagian besar disebabkan oleh rasa takut yang, muncul oleh imajinasi. Umumnya, rasa takut berdasarkan realitas, sementara kekhawatiran adalah rasa takut karena imajinasi atau bayangan yang tidak jelas sebabnya.

Akibatnya fisik dan emosional bisa sama. Jika seseorang “takut terbang” tetapi belum pernah terbang, orang itu bisa dikatakan memiliki kekhawatiran yang hebat. Sebaliknya jika orang itu pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang, rasa takutnya kini didasarkan pada realitas.

Kekhawatiran menghadapi tes memiliki berbagai tingkatan, dari ringan sampai berat. Kekhawatiran bisa kronis (terjadi pada setiap tes tidak peduli seberapa penting tes itu), atau kekhwatiran akan tes bisa bersifat akut (hanya terjadi pada jenis tes atau ujian tertentu).

Kekhawatiran yang ringan dalam menghadapi tes atau ujian sebenarnya berita baik. Kekhawatiran ringan itu memacu hormon adrenalin kita sehingga menciptakan kewaspadaaan yang membuat Anda lebih terfokus dalam menyelesaikan tes atau ujian. Konsentrasi tetap tinggi pada kondisi ini.

Kekhawatiran yang berada di atas ringan adalah kekhawatiran tingkat tinggi, kekhawatiran tingkat tinggi dapat mengakibatkan otak berhenti bekerja untuk sementar. Pernahkah kita menglami kesulitan menjawab soal ketika mengerjakan tes atau ujian, tetapi setelah ujian selesai dan stes mereda, otak kita kembali aktif, jawaban itu menjadi jelas.

Jenis kekhawatiran yang berat atau hebat dalam menghadapi tes atau ujian memang tidak terlalu umum, tetapi jika kekhawatiran jenis itu menyerang dapat terjadi tekanan hebat yang secara mental dan fisik, seperti bisul, muntah-muntah, depresi yang akut. Sehingga jika Anda mengalami kekhawatiran jenis ini sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis.

C. Penyebab Kekhawatiran Menghadapi Tes

Kekhawatiran seringkali disebabkan oleh banyak hal, sehingga mungkin saja berbeda antar orang yang satu dengan yang lain. Akan tetapi pada umumnya faktor yang membuat orang khawatir adalah kurangnya persiapan yang merangsang timbulnya perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak diketahui. Bayangkan Anda berada di kelas III SMA yang akan menghadapi ujian nasional. Akan tetapi Anda tidak banyak meluangkan waktu untuk belajar. Sampai akhirnya waktu ujian tinggal satu bulan lagi. Apakah muncul perasan khawatir pada saat itu, apakah Anda stress menghadapi keadaan itu? pada umumnya ya, kita kan khawatir dan stress menghadapi ujian nasional tersebut.

Penyebabkan munculnya kekhawatiran yang kedua adalah karena kita pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Kita selalu saja mendapatkan nilai rendah pada pelajaran matematika sehingga ketika dalam ujian nasional terdapat mata pelajaran matematika kita menjadi khawatir. Apakah kita akan dapat menghadapi ujian nasional tersebut atau tidak.

Kedua penyebab munculnya kekhawatiran itu kemudian berkembang dalam diri seseorang dan seringkali memunculkan imajinasi sendiri akan pada diri seseorang
seperti :

· Menetapkan diri untuk gagal—“saya terlalu bodoh untuk mengerjakan tes atau ujian ini”.

· Mengecewakan diri sendiri — “saya tahu saya takkan pernah lulus tes atau ujian ini”.

Penyebab munculnya kekhwatiran yang akan membuat kita stress tentunya harus dapat kita kenali, sehingga kita dapat merencanakan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebih-lebihan. Untuk mencegah/mengurangi kekhawatiran menghadapi tes dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu ;
Hindari belajar kilat dan belajar secara rutin untuk mempersiapkan diri
Latihan mengerjakan soal
Tidur istirahat yang cukup malam sebelum pelaksanaan tes atau ujian
Makan yang cukup dan benar
Bayangkan kesuksesan
Motivasi lah diri Anda dengan bahasa yang positif
Berolahraga

B. Persiapan Fisik

Dalam mengerjakan tes atau ujian selain faktor mental, tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu fisik. Akan berbeda tentunya orang yang mengerjakan tes atau ujian dalam keaadaan sehat fisiknya dan dalam keadaan sakit. Untuk itu faktor fisik ini harus juga memjadi perhatian, apabila kita ingin berhasil dalam tes atau ujian. Bayangkan Anda belajar dengan giat siang dan malam untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri, akan tetapi pada hari pelaksanaan ujian Anda terserang sakit! Akankah Anda akan optimal mengerjakan sal-soal dalam ujian tersebut ?.
Untuk itu jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tes atau ujian kita harus mempersiapkan fisik kita sehat.

Perhatikanlah asupan makanan yang kita konsumsi. Banyaklah makan makanan yang bergizi tinggi, buah-buahan, sehingga otak kita dapat bekerja dengan baik untuk mengolah berbagai informasi ketika kita belajar. Sebuah penelitian di Institut Teknologi Massachusetts, peneliti memberikan kepada pria usia 18 hingga 28 tahun makan siang berupa daging ayam kalkun (mengandung 3 ons protein). Setelah itu mereka diminta melakukan latihan berpikir cukup rumit. Pada hari yang lain, mereka diberi makanan yang terbuat dari 4 ons tepung gandum (hampir karbohidrat murni) dan mereka diminta mengerjakan latihan yang serupa, para peneliti menemukan bahwa peserta tes mengalami penurunan kerja mental setelah memakan makanan yang berbeda. Hasil penelitian di atas rasanya cukup untuk mengingatkan kita bahwa apa yang kita makan akan mempengaruhi bagaimana kerja otak kita.

Selain memperhatikan asupan makanan, kita juga harus membiasakan berolahraga. Hal ini penting Karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Dengan kondisi tubuh yang sehat tentunya kita akan lebih semangat dalam mengerjakan berbagai aktifitas kita, seperti belajar, bermain, dan lain sebagainya. Dr. Bruce Tuckman, seorang professor penelitian pendidikan di Universitas Florida mengatakan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. Kesimpulan itu didasarkan pada penelitiannya dimana anak-anak sekolah yang ikut serta dalam program lari pagi selama lima belas minggu mendapatkan hasil lebih baik dalam tes kreativitas dari pada anak-anak yang tidak melakukan olahraga.

E. Kekuatan Berdoa

Indonesia adalah negara dengan masyarakat penganut beraneka ragam agama. Sebagai umat beragama, tentunya kita percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang telah mengatur berbagi keputusan hidup kita. Sebagai manusia kita hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan jugalah yang menentukan apa yang akan terjadi. Dialah yang menentukan berbagai rencana yang dimiliki manusia, tetapi Tuhan jugalah yang memerintahkan kita untuk berdoa meminta segala sesuatu yang kita harapkan. Dengan memanjatkan doa, menyatakan harapan, keinginan, tujuan yang hendak kita capai kepada-NYA seakan memberikan kekuatan kepada kita untuk menggapai harapan, tujuan, sebagaimana doa yang kita panjatkan. Berdoa memang agaknya sesuatu yang biasa kita lakukan, dan agaknya tampak seperti hal kecil.

Akan tetapi sesungguhnya dalam kata-kata doa yang kita panjtkan sesungguhnya di dalamnya terdapat energi yang dapat menggerakkkan diri kita untuk menggapai doa yang kita panjatkan tersebut. Jika kita akan menghadapi ujian atau tes, maka biasakanlah memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa agar ujian atau tes kita akan jalani dapat kita lalui dengan sukses. Percayalah, doa-doa yang kita bacakan akan memberikan energi positif pada diri kita yang akan mendorong kita untuk giat belajar, dan merasa yakin bahwa kita akan sukses dalam menjalani tes atau ujian

F. Pola dan Bentuk Soal

1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Pilihan Ganda (Multiple Choice) Hampir semua pertanyaan jenis memilih, tidak memerlukan pendapat atau penafsiran. Pertanyaannya bersifat obyektif, bukan subyektif. Ini tentunya berbeda dengan jawaban essai. Dengan demikian dalam tes yang berbentuk pilihan gAnda, Anda diharuskan untuk ;
mengingat informasi tertentu
memikirkan jawaban terbaik
memisahkan satu jawaban dari berbagai macam data

ketika membaca kembali sebuah pertanyaan memilih, ada tiga komponen yang perlu Anda pertimbangkan ;

~ Dasar (apa yang ditanyakan)
~ Opsi (pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyan itu
~ Diversi (serangkaian informasi yang dirancang untuk mengubah
perhatian)

“Dasar” merupakan inti pertanyaan itu. Dasar itu bisa satu kata atau seluruh paragrap. Dasar untuk pertanyaan bisa pula sebuah situasi, kasus, atau skenario. Ketiga hal ini mengharuskan peserta tes segera memutuskan apa poin utama uraian tersebut. Ketika menganalisis tes pilihan ganda, Anda harus memfokuskan perhatian hanya pada dasar pertanyaan.
“Opsi” merupakan pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyaan tes pilihan ganda. Opsi ini sering kali mengharuskan Anda menyadari jawaban yang benar di antara jawaban lain yang salah. Dalam tes pilihan ganda yang lebih kompleks, semua jawaban bisa tampak serupa atau saling melengkapi. Dalam hal ini perlu mempersempit pilihan dengan meninjau dasar pertanyaannya.
“Diversi” merupakan rangkaian informasi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Anda dari dasar pertanyaan. Diversi dapat berupa pertanyaan atau opsi. Agar tetap fokus, selalu kembali ke dasar pertanyaan. Berhati-hatilah pada kata-kata mutlak atau kata-kata dengan arti tetap, misalnya selalu, tidak pernah, tidak satupun, dan semua kata-kata yang bersifat mengecoh yang sebagian besar merupakan diversi. Kurang, lebih, sedikit, kadang-kadang, tidak, kecuali merupakan contoh kata-kata di mana Anda perlu berhenti dan memeriksa kembali. Jawaban bisa tampak jelas sehingga Anda melihat salah satu kata-kata ini.

2. Jawaban Singkat

Soal jawaban singkat adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat. Jawaban itu dapat muncul dalam beberapa bentuk seperti isi titik-titik, kata di tengah kalimat, melengkapi kalimat, serta definisi pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat umumnya memerlukan ingatan yang spesifik, deklaratif atau di luar kepala. Cara terbaik mempersiapkan diri untuk jenis tes ini adalah belajar dengan kartu flash (kartu yang berisi ringkasan materi).
Baca petunjuk soal dengan teliti. Jika ada yang kurang jelas dari petunjuk itu, tanyakan pada guru atau pengawas dan minta penjelasan.
Baca pertanyaan baik-baik. Dengan hanya membaca bagian pertama pertanyaan atau membaca pertanyaan sekilas, Anda bisa mengambil kesimpulan yang keliru sehingga mengakibatkan mengisi jawaban yang keliru.
Jawab hanya yang ditanyakan saja. Memberi jawaban yang terlalu banyak hanya akan membuang-buang waktu saja, lagi pula informais itu mungkin tidak diperlukan. Kecuali jika Anda piker ada dua kemungkinan atau lebih, tuliskan saja tandai pertanyaan itu, jika masih ada sisa waktu pikirkanlah kembali mana jawaban yang paling tepat. Akan tetapi jika tidak ada waktu lagi, maka guru yang murah hati akan memberi separuh nilai.

3. Essay

Sebelum mengikuti tes atau ujian yang berbentuk essay, maka Anda perlu menebak pertanyaan yang akan muncul, tuliskan jawaban Anda sebelumnya seakan Anda sedang mengikuti tes. Beri waktu sama dengan waktu Anda di kelas.
Ketika tes atau ujian berlangsung, baca baik-baik pertanyaan, jika diizinkan garis bawahi kata-kata kunci dalam pertanyaan itu. Jika pertanyaan punya banyak bagian, gunakan peta belajar untuk menyusun kembali pertanyaan dan bagian-bagiannya.
Pada tes yang berbentuk essay, guru akan mencari tiga unsur utama, yaitu ; pengetahuan Anda akan subyek, kemampuan Anda mengorganisasikan pikiran, dan keterampilan Anda dalam menulis. Untuk itu maka jawaban yang harus Anda berikan harus juga memilki tiga bagian utama, yaitu: pengantar, tubuh/isi, kesimpulan.
Pada bagian pengantar, nyatakanlah kembali atau tafsirkan pertanyaan dengan menggunakan beberapa kata dari pertanyaan. Kemudian lanjutkan jawaban Anda dengan tubuh / isi, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat peralihan yang dapat berasal Dari pengantar. Nyatakan ide-ide Anda dengan jelas dan ringkas. Dukung ide-ide pikiran utama Anda dengan contoh atau penjelasan yang lebih kongkrit. Setelah itu nyatakan kembali ide pokok Anda secara ringkas.

G. Lakukan Latihan Yang Tepat

Setiap soal memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Sehingga apabila kita sering mengerjakan soal-soal dengan pola dan bentuk yang sama kita akan menjadi terbiasa dan relatif lebih mudah mengerjakannya. Pengalaman mengikuti ujian nasional SMA, misalnya, hanya sekali kita alami, akan tetapi kita tetap dapat mengenali karakteristik soal dengan mengerjakan soal-soal sejenis tahun-tahun sebelumnya. Semakin kita sering mengerjakan soal-soal tersebut maka, semakin terlatih kita mengerjakan soal-soal pada tes atau ujian nasional tersebut. Demikian juga pada tes atau ujian di sekolah. Kita dapat memiliki pengalaman mengerjakan tes atau ujian sekolah apakah itu ulangan umum, atau tes yang lainnya dengan berlatih mengerjakan soal-soal pada periode sebelumnya. Misalnya akan ada ulangan umum pada mata pelajaran matematika di sekolah, maka pinjamlah soal-soal terdahulu dari kakak kelas untuk dipelajari dan coba mengerjakannya.

Berikan tanda pada soal-soal yang tidak dapat Anda selesaikan, carilah orang yang dapat memberikan penjelasan pada Anda misalnya guru atau kakak kelas. Setelah Anda berlatih mengerjakan soal-soal tersebut, kemudian ajaklah teman Anda untuk belajar bersama. Berikan jawaban atas soal-soal yang telah Anda kerjakan pada teman, kemudian mintalah tanggapan teman, apakah jawaban yang Anda buat sudah benar menurut teman Anda. Hal ini penting, karena Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena melakukan hal itu. Keuntungan yang pertama adalah kekuatan Anda mengingat soal yang telah Anda kerjakan menjadi lebih kuat dengan Anda menjelaskannya pada teman. Informasi itu akan bertambah kuat dalam ingatan kita manakala informasi itu kita sampaikan pada orang lain. Keuntungan yang kedua adalah bahwa dengan Anda menceritakan jawaban Anda atas soal-soal tersebut mungkin saja disalahkan teman Anda, sehingga membuat Anda berpikir ulang, dan meninjau kembali jawaban Anda. Masalah itu mungkin saja terjadi ketika Anda mengerjakan soal pada tes atau ujian yang sesungguhnya. Kita akan lebih ingat ketika mengerjakan soal yang sejenis, kesalahan yang pernah kita buat sebelumnya tentunya akan kita ingat betul, sehingga kita dapat menjawab dengan benar pada tes atau ujian yang sesungguhnya.

H. Baca Petunjuk Soal

Pada waktu Anda mengerjakan soal-soal pada pelaksanaan tes atau ujian maka ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan agar Anda mengerjakan soal tes atau ujian dengan baik. Pada saat-saat awal janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal. Anda harus membaca terlebih dahulu petunjuk pengsisian soal. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menyalahi perintah dari soal tersebut. Selain itu dengan membaca secara teliti Anda menjadi lebih yakin karena tahu bagaimana akan mengerjakan soal-soal tersebut.

I. Gunakan Teknik Scanning dan Scamming

Setelah membaca dengan teliti petunjuk pengisian jawaban, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membaca soal dengan cepat (scamming). Membaca dengan cepat (scamming) sebenarnya biasa dilakukan apabila kita mencari nomor telepon pada buku telepon, atau mencari satu kata di kamus. Selain scamming, kita juga melihat soal secara sekilas atau scanning seperti kita membaca Koran. Kelompokkanlah soal yang telah dibaca secara cepat tadi pada kelompok soal yang termasuk sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah.

Anda dapat mengelompokkan soal yang tidak tahu sama sekali, tidak ada bayangan bagaimana menjawabnya pada kelompok soal kelompok sangat sulit atau beri tanda SS. Untuk soal yang Anda hanya tahu sedikit dan masih sangat ragu akan kebenaran jawabannya maka masukkan ia ke dalam soal yang termasuk sulit atau beri tanda S. Untuk soal yang Anda rasa tahu dan bisa menjawabnya akan tetapi masih agak ragu apakah benar, masukkan soal tersebut dalam kelompok soal yang sedang atau Anda beri tanda SD. Sedangkan soal yang dirasa dapat Anda jawab dengan yakin benar maka masukkan ke dalam kelompok soal yang mudah atau beri tanda M. setelah semua soal diberi tanda, maka barulah isi jawaban mulai dari soal yang mudah, kemudian soal yang sedang, kemudian soal yang sulit, baru terakhir soal yang sangat sulit. Hal ini penting dilakukan karena seringkali peserta tes memulai mengerjakan tes berurut dari soal nomor 1 sampai nomor terakhir. Tentu saja peserta tes kan sangat rugi, pertama karena soal ujian atau tes biasanya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda antara soal yang satu dengan yang lain. Apalagi, soal-soal tersebut kemudian diacak dan tersebar. Jika peserta tes mengerjakan tes mulai dari nomor 1 maka bisa jadi ia mengerjakan soal-soal dengan kategori yang sulit, bahkan sangat sulit. Hal ini jelas merugikan peserta tes. Karena peserta tes akan kehabisan waktu karena mengerjakan soal yang sulit atau sangat sulit terlebih dahulu, karena bisa jadi ia mnemukan jawabnnya akan tetapi bisa jadi tidak meneukan jawabannya. Hal ini tentunya akan mebuat peserta tes kelelahan secara mental karena ia tidak dapat menjawab soal, sehingga apabila ia mendapatkan soal yang sesungguhnya mudah karena konsentrasinya sudah mulai pecah, soal yang mudah itupun akan sulit dijawab oleh peserta tes.

J. Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika sekolah, kuliah, akan bekerja, kita selalu dihadapkan dengan seprangkat ujian atau tes yang menjadi syarat untuk mencapai sesuatu. Untuk itu, setiap otang tentunya ingin agar mereka dapat mengerjakan tes dengan baik agar dapat mencapai apa yang mereka inginkan.
Keberhasilan menghadapi tes atau ujian tentunya harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari sebelum tes, serta pada saat tes berlangsung. Untuk persiapan sebelum tes, meliputi persiapan mental seperti mengatur rasa khawatir yang muncul, kemudian berdoa, serta persiapan fisik seperti berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sedangkan persiapan ketika tes berlangsung meliputi, latihan soal, mengenali bentuk-bentuk soal, dan mempelajari teknik-teknik mengerjakan soal seperti scamming, ataupun scanning.
Banyak orang yang mempunyai predikat sebagai orang pandai akan tetapi gagal dalam menghadapi suatu ujian atau tes. Hal disebabkan oleh faktor persiapan yang kurang baik, mereka memandang mengerjakan tes merupakan hal yang biasa sehingga tidak terlalu penting mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian tersebut.
Dengan mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian sesungguhnya membuat kita lebih yakin bahwa kita akan bisa mengerjakan tes atau ujian dengan baik. Keyakinan inilah kemudian yang menggerakkan energi yang ada pada kita untuk berupaya mengerjakan tes atau ujian dengan baik.

Sumber: dari berbagai sumber