Free Download Super Lengkap Kumpulan Soal SNMPTN

Bagian Pertama – Kemampuan Dasar

Soal Kemampuan Dasar  Kode 311

Pembahasan Kemampuan Dasar  Kode  311

Soal Kemampuan Dasar Kode 301

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 301

Soal Kemampuan Dasar Kode 211

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 211

Soal Kemampuan Dasar Kode 641

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 641

Soal KemampuanDasar Kode 440

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 440

Soal Kemampuan Dasar Kode 541

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 541

Soal Kemampuan Dasar Kode 711

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 711

Soal Kemampuan Dasar Kode 311

Pembahasan Kemampuan  Dasar Kode 311

Soal Kemampuan Dasar Kode 412

Pembahasan Kemampuan  Dasar Kode 412

Soal Kemampuan Dasar Kode 371

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 371

Soal Kemampuan Dasar Kode 271

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 271

Soal Kemampuan Dasar Kode 571

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 571

Soal Kemampuan Dasar Kode 311

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 311

Soal Kemampuan Dasar Kode 711

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 711

Soal Kemampuan Dasar Kode 412

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 412

Soal Kemampuan Dasar Kode 371

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 371

Soal Kemampuan Dasar Kode 271

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 271

Soal Kemampuan Dasar Kode 571

Pembahasan Kemampuan Dasar Kode 571

Ujian Masuk Bersama PTN 2010

update14 Mei 2010

buat teman -teman yang perlu soal UMB PTN silahkan download dibawah ini ….

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 110

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 210

Soal UMB Bahasa Inggris – Kode 210

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 110

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 210

Soal UMB Matematika IPA – Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 220

Soal UMB Fisika -Kode 120

Soal UMB Fisika -Kode 220

Soal UMB Kimia -Kode 120

Soal UMB Sejarah -2009

Soal UMB Geografi – 2009

Soal UMB Ekonomi – 2009

UMB-PTN 2010 diselenggarakan untuk melakukan seleksi calon mahasiswa di 12 (dua belas) Perguruan Tinggi Negeri:

sumber : http://www.spmb.or.id

  1. Universitas Syiah Kuala – Banda Aceh (www.unsyiah.ac.id)
  2. Universitas Malikussaleh – Lhokseumawe (www.unimal.ac.id)
  3. Universitas Sumatera Utara – Medan (www.usu.ac.id)
  4. Universitas Andalas – Padang (www.unand.ac.id)
  5. Universitas Negeri Padang – Padang (www.unp.ac.id)
  6. Universitas Jambi – Jambi (www.unja.ac.id)
  7. Universitas Negeri Jakarta – Jakarta (www.unj.ac.id)
  8. Universitas Indonesia – Jakarta (www.ui.ac.id)
  9. Universitas Islam Negeri Jakarta – Jakarta (www.uinjkt.ac.id)
  10. Universitas Negeri Semarang – Semarang (www.unnes.ac.id)
  11. Universitas Palangka Raya – Palangka Raya (www.upr.ac.id)
  12. Universitas Islam Negeri Makassar – Makassar (www.uin-alauddin.ac.id)

Pendaftaran dilakukan secara online dengan terlebih dahulu membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat di kota Anda.

Biaya pendaftaran untuk pilihan kelompok IPA atau IPS adalah sebesar Rp. 200.000,- sedangkan untuk pilihan kelompok IPC sebesar Rp. 225.000,- Setiap peserta dapat memilih maksimal tiga program studi pilihan yang tersebar di 12 PTN. Cara pemilihan program studi dapat dilihat di sini.

Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.

Pembayaran dapat dilakukan mulai tanggal: 22 Februari 2010sampai dengan tanggal 19 Mei 2010.
Pendaftaran Online dapat dilakukan mulai tanggal: 12 April 2010sampai dengan tanggal 19 Mei 2010.
Ujian tulis akan dilaksanakan di Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekanbaru, Jambi, Jakarta, Bandung, Bekasi, Makasar, Padang, Cirebon, Palembang, Bandar Lampung, Tangerang, Semarang, Jogyakarta, Palangka Raya dan Surabaya pada tanggal 22 Mei 2010.
Pengumuman hasil seleksi secara online dengan menggunakan account pendaftaran setiap peserta pada tanggal 8 Juni 2010.

Bea Siswa Mengikuti Ujian (BMU)

BMU adalah mekanisme pemberian beasiswa untuk mengikuti ujian seleksi Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri. Aplikasi BMU dilakukan oleh sekolah yang mendapat disposisi dari perhimpunan SPMB di mana setiap sekolah dapat mendaftarkan maks tiga (3) orang peserta untuk memperoleh BMU.

    Sekolah dapat menghubungi perhimpunan SPMB di
    PERHIMPUNAN SPMB NUSANTARA
    Jalan Salemba Raya 4, Jakarta 10430
    Telepon : (021) 3101906, 31930339, 3160347
    Fax : (021) 31930328
    email : pspmbn[at]spmb.or.id
    Laman: http://penerimaan.spmb.or.id/bmu

UMB-PTS 2010

Ujian Masuk Bersama PTS  - (UMB PTS 2010/2011)


Pencetakan Kartu Peserta dapat dilakukan mulai tanggal 1 Nov –  7 November 2009.

 

Lokasi dan Waktu Ujian cybertest akan tercantum pada Kartu Peserta


UMB-PTS 2010/2011 diselenggarakan untuk melakukan seleksi calon mahasiswa di 31 Perguruan Tinggi yang tersebar pada 8 (delapan) kota besar di Indonesia:

 

Medan

  1. Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
  2. Universitas Medan Area (UMA)
  3. Universitas HKBP Nommensen (Univ. HKBP)

Lampung

  1. Universitas Bandar Lampung (UBL)
  2. Universitas Malahayati (UNIMAL)

Jakarta

  1. Institut Teknologi Indonesia (ITI)
  2. Universitas Tarumanagara (UNTAR)
  3. Universitas Trisakti (USAKTI)
  4. Universitas Yarsi (Univ. YARSI)
  5. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UNIKA JKT)
  6. Universitas Nasional (UNAS)
  7. Universitas Pancasila (UP)
  8. STIA Mandala Indonesia (STIAMI)
  9. Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN)
  10. Institut Keuangan Perbankan dan Informatika ASIA – Perbanas
  11. Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU)

Bandung

  1. Universitas Parahyangan (UNPAR)
  2. Institut Teknologi Nasional (ITENAS)
  3. Universitas Widyatama

Semarang

  1. Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Yogyakarta

  1. Universitas Achmad Dahlan (UAD)
  2. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)

Surabaya

  1. Universitas Surabaya (UBAYA)
  2. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim (UPN ” Veteran”)
  3. Universitas 17 Agustus 45 Surabaya (UNTAG)
  4. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas (STIE Perbanas)
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Ekononomi Indonesia (STIESIA)
  7. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Malang

  1. Universitas Islam Malang (UNISMA)
  2. Universitas Merdeka Malang (UMER)

Pendaftaran dilakukan secara online dengan terlebih dahulu membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat di kota Anda.

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 225.000,- (dua ratus dua puluh lima puluh ribu rupiah) per peserta baik peserta Kelompok IPA maupun peserta Kelompok IPS

Setiap peserta dapat memilih maksimal empat program studi pilihan yang tersebar di 31 PTS. Cara pemilihan program studi dapat dilihat di sini.

Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.

Prosedur Pendaftaran
(UMB-PTS 2010/2011)

  1. Membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat. Biaya pendaftaran untuk pilihan kelompok IPA atau IPS adalah sebesar Rp. 225.000,-. Ketika membayar biaya ujian ini, Anda harus menyebutkan PTS, lokasi dimana Anda akan ujian.Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.
  2. Mendaftar secara online di situs ini dengan menggunakan Nomor pendaftaran dan PIN sebagai data untuk melakukan Signin

Jadwal

  1. Pembayaran di Bank BNI: 9 Oktober 2009 – 6 November 2009
  2. Pendaftaran Online: 9 Oktober 2009 – 6 November 2009
  3. Pencetakan KARTU UJIAN : 1 November 2009 – 7 November 2009 jam 11.30, apabila Anda tidak mencetak maka Anda dianggap mengundurkan diri
  4. Ujian (Cyber Test): 8 November 2009 (Tempat dan Waktu tertera pada kartu Ujian)

Materi Ujian terdiri dari:

Kemampuan Dasar terdiri atas :

  • Soal Matematika,
  • Soal Bahasa Indonesia, dan
  • Soal Bahasa Inggris.

Kemampuan IPA terdiri atas :

  • Soal Biologi,
  • Soal Kimia,
  • Soal Fisika, dan
  • soal IPA Terpadu.

Kemampuan IPS terdiri dari :

  • soal Sejarah,
  • soal Geografi,
  • soal Ekonomi, dan
  • soal IPS terpadu.

Peserta Kelompok IPA harus mengikuti ujian Kemampuan Dasar, dan ujian Kemampuan IPA.

Peserta Kelompok IPS harus mengikuti ujian Kemampuan Dasar, dan ujian Kemampuan IPS.

sumber :  http://www.spmb.or.id

Sejarah SNMPTN Dulu dan Kini

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNM-PTN dulu dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) adalah salah satu bentuk ujian penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi negeri, selain program mandiri (melalui ujian mandiri) dan penyaluran minat dan bakat melalui sekolah-sekolah (PMDK). Ujian ini dilaksanakan selama dua hari dalam setiap tahunnya secara serentak di seluruh Indonesia, biasanya dilaksanakan pada awal bulan Juli.

Sejarah
Ujian ini pada awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) yang pertama kali diadakan secara serentak oleh lima perguruan tinggi negeri pada tahun 1976. Ke lima PTN ini merupakan lima PTN paling diminati (favorit) oleh para calon mahasiswa. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Dengan sistem ujian masuk secara serentak ini, para calon mahasiswa tidak usah melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pada waktu dan tempat yang berbeda untuk meningkatkan kemungkinan mereka diterima. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional), sistem ujian bersama ini bertujuan menolong para calon mahasiswa untuk menghemat waktu dan biaya walaupun sistem ini jelas mengakibatkan peluang seorang calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN favorit menjadi hilang.

Pada 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan mahasiswa memilih program studinya dan bukan hanya perguruan tinggi yang ingin dimasukinya. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri, yang dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi, yaitu kelima perguruan tinggi di atas ditambah dengan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Di masyarakat luas, Proyek Perintis 1 ini lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Setelah kategori pertama, IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2. Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis. Sedangkan kategori tiga, yaitu perintis tiga, merupakan seleksi pada 23 PTN lainnya dengan proyek perintis tiga. Pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4.

Tahun 1983, Depdikbud memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dengan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4. Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tahun 1989, PMDK dihapus dan Simenmaru berubah menjadi UMPTN. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang disebut terakhir ini bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB.

Peserta

Peserta adalah lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat dan telah lulus ujian nasional pada tahun yang sama (hingga dua tahun sebelumnya) dengan penyelenggaraan SPMB. Misalnya pada tahun 2006, SPMB boleh diikuti lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat yang telah lulus ujian nasional pada tahun 2006, 2005 atau 2004. Peserta terbagi atas peserta jurusan IPA, IPS dan IPC. Masing-masing peserta IPA dan IPS mengikuti ujian hari kedua sesuai jurusannya, sementara peserta IPC harus mengikuti ujian kemampuan IPA dan IPS.

Biasanya calon peserta lulusan IPA dan ingin memilih jurusan perkuliahan yang noneksakta, maka calon peserta itu mengikuti ujian jurusan IPC. Padahal tidaklah harus demikian karena calon peserta itu dapat langsung memilih ujian jurusan IPS. Ini bergantung kepada pilihan-pilihan jurusan perkuliahan yang dipilih.

STRATEGI TEMBUS SPMB 2009

ini cerita dariteman yang di bandung …..

STRATEGI TEMBUS SPMB
Ujian akhir nasional (UAN) telah usai dan dari 1.891.339 peserta ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas/madrasah (SMA/MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun 2004, hanya 88,55 persen (1.674.781 peserta) yang berhasil melewati nilai standar kelulusan 4,01 ke atas

Setiap lulusan SMA/MA dan SMK (baca : sekolah menengah tingkat atas¡ªSMTA) berhak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, perguruan tinggi (PT), baik PT negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Akan tetapi, seperti sudah menjadi tradisi tahunan, para siswa umumnya berbondong-bondong mendaftarkan dirinya menjadi calon mahasiswa PTN melalui jalur sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Walaupun untuk itu terkadang mereka bertindak tidak rasional dan proporsional.

Tidak sedikit calon mahasiswa mengikuti SPMB berdasarkan ¡°mode¡± belaka, ikut-ikutan, mengikuti arus teman. Pilihan program studi mereka di PTN pada galibnya adalah jurusan-jurusan atau fakultas-fakultas ¡°favorit¡± yang diminati oleh banyak calon mahasiswa. Umpamanya, kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain. Padahal untuk dapat diterima di situ dibutuhkan nilai ujian yang tinggi, mengingat banyaknya peminat. Jadi, semakin banyak calon mahasiswa yang meminati suatu program studi di PTN, maka akan semakin tinggi pula nilai ujian yang harus diperolehnya untuk diterima di sana. Begitu pula sebaliknya.

Seluruh PTN di Indonesia yang menyelenggarakan SPMB hanya akan menerima 86.607 mahasiswa baru yang tersebar pada 1.615 program studi (Kompas, 11 Juni 2004). Kalau lulusan SMTA yang ikut SPMB diasumsikan sekira setengah juta orang, berarti yang tidak lulus SPMB jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang lolos.

Demikian sulitkah untuk menembus SPMB? Tidak juga, kalau calon mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi tembus SPMB dengan jurus 3K, yakni Kesempatan, Kemampuan, dan Kemauan, sebagaimana dielaborasi di bawah ini.

Kesempatan

Pada hakikatnya, menjadi peserta SPMB adalah suatu kesempatan, suatu peluang yang sudah semestinya disikapi secara positif oleh para siswa lulusan SMTA.

Setiap lulusan SMTA bisa mengikuti SPMB sampai tiga kali. Sewaktu baru lulus, setahun setelah lulus, dan dua tahun setelah lulus. Bagi siswa lulusan 2004 , SPMB tahun ini adalah kesempatan pertama untuknya dan jika tidak diterima, masih ada dua kesempatan lagi (2005, 2006). Bagi lulusan 2003, jika tidak diterima tahun ini, maka tinggal satu kesempatan (2005). Dan bagi lulusan 2002, tahun sekarang merupakan kesempatan terakhir untuknya, jika tidak diterima, maka hilanglah peluang menjadi mahasiswa PTN melalui SPMB.

SPMB 2004 diikuti 49 PTN seluruh Indonesia yang terbagi ke dalam tiga regional, yakni regional I meliputi PT di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat; regional II : Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur; dan regional III : Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. (Data lengkap PTN per regional dapat dilihat di Buku Petunjuk SPMB 2004 atau di http://www.spmb.or.id)

SPMB diselenggarakan di kota-kota di mana PTN berada dan di kota-kota lain yang oleh panitia dianggap strategis. Seleksi ujian tersebut diselenggarakan pada saat yang bersamaan dan menggunakan soal yang sama atau setara. Peserta ujian disarankan memilih tempat ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat program studi atau universitas yang menjadi pilihannya. Peserta ujian dapat memilih program studi di setiap PTN, dengan persyaratan salah satu pilihannya berada di regional di mana peserta mengikuti ujian; pilihlah tempat ujian yang paling dekat atau paling efisien. Lokasi ujian tidak menjadi pertimbangan diterima atau tidak diterimanya peserta di PTN, tetapi lebih ditentukan oleh nilai SPMB yang bersangkutan dan nilai-nilai dari pesaing di program studi pilihannya.

SPMB mempermudah siswa untuk bisa mendaftar dan diterima di PTN yang diminatinya. Mereka cukup sekali ujian dan memilih beberapa PTN tanpa harus pergi dan menginap ke lokasi di mana PTN pilihannya berada. Mereka hanya perlu mengadakan satu kali perjalanan setelah pasti diterima di PTN pilihannya.

Jadi, untuk dapat diterima di PTN, pilihlah program studi yang tidak favorit, yang berdaya saing rendah. Artinya, calon mahasiswa yang meminatinya tidak terlalu banyak. Strategi yang direkomendasikan di sini : pilihan ke-1 program studi nonfavorit, pilihan ke-2 program studi nonfavorit, dan/atau pilihan ke-3 (untuk yang mengikuti IPC) program studi nonfavorit juga.

Kemampuan

Pada dasarnya, SPMB adalah suatu proses seleksi akademis yang mencakup tiga kelompok ujian : IPA, IPS, dan IPC/Campuran (IPA dan IPS). Setiap lulusan SMTA, jurusan apa saja, boleh mengikuti SPMB kelompok IPA, IPS, atau IPC. Lulusan SMA jurusan IPS yang mengikuti SPMB kelompok IPA juga boleh memilih program studi apa saja di kelompok IPA, termasuk Kedokteran, Komputer, Teknik, Pertanian, dsb.

Secara umum, terdapat tiga mata ujian : kemampuan kuantitatif dan kemampuan verbal sebanyak 75 soal (yaitu matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, masing-masing 25 soal), kemampuan IPA 75 soal (matematika, biologi, fisika, kimia, dan IPA terpadu, masing-masing 15 soal), dan kemampuan IPS 75 soal (sejarah, geografi, ekonomi¡ªmasing-masing 20 soal¡ª, dan IPS terpadu 15 soal). Peserta ujian harus mampu mengalokasikan waktu dengan jumlah soal yang tersedia, sehingga tidak ada alasan kekurangan waktu pengerjaan soal. Perlu dicatat, kemampuan verbal waktunya 180 menit, kemampuan IPA 150 menit, dan kemampuan IPS 90 menit.

Oleh karena setiap pelajaran mempunyai bobot yang sama, maka kerjakanlah semua soal ujian. Kalau peserta SPMB sama sekali tidak mengerjakan soal salah satu mata pelajaran, maka ia akan mendapat ¡°nilai-mati¡± untuk pelajaran tersebut. Sungguhpun nilai yang lain bagus sekali, kalau ada ¡°nilai mati¡± maka ia tidak akan diterima!.

Semua peserta SPMB akan diurutkan menurut nilai ujiannya, kemudian dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu. Jika masih ada tempat di pilihan pertama, ia akan diterima di program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama telah penuh, dan masih ada program studi pilihan kedua, ia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan program studi pilihan kedua telah penuh, maka ia tidak akan diterima walaupun nilainya masih cukup tinggi. Bagi yang memilih kelompok IPC dengan tiga pilihan, maka pilihan ketiga akan diproses dengan cara yang sama.

Pendek kata, SPMB tidak mengenal passing grade. Setiap program studi menerima calon mahasiswa sesuai urutan nilainya, nilai yang lebih baik mendapat prioritas untuk diterima lebih dulu, dan penerimaan berhenti setelah daya tampung terpenuhi.

Jadi, kalau calon mahasiwa memilih program studi favorit, maka ia harus berupaya untuk meraih nilai ujian maksimal. Dengan asumsi, apabila nilai ujiannya tinggi, maka akan dapat mengalahkan para pesaingnya di program studi itu.

Kemauan

Pemilihan program studi di PTN, idealnya, selain karena calon mahasiswa mampu menaklukkan soal-soal ujian SPMB juga harus selaras dengan minat dan bakatnya, sehingga ia diharapkan sukses menyelesaikan studinya di PTN. Namun, dalam SPMB, melalui uji keterampilan program studi keolahragaan dan kesenian saja minat dan bakat calon mahasiswa dapat diketahui. Sebab, berdasarkan Keputusan Mendiknas No. 173/U/2001 tentang Penerimaan Calon Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, SPMB hanya bertujuan untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di PTN sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Dari sini, domain afektif dan psikomotor (menurut Taxonomy Bloom)¡ªkecuali untuk program studi keolahragaan dan kesenian¡ªtidak terungkapkan.

SPMB selain menafikan minat dan bakat calon mahasiswa juga tidak mengungkap perilakunya selama bersekolah di SMTA (misalnya : rajin, malas, tukang menyontek, sering kesiangan/terlambat, aktivis, trouble maker, dan lain-lain perbuatan positif maupun negatif siswa).

Berdasarkan uraian di atas, dalam mengikuti SPMB, calon mahasiswa hendaknya menggunakan hati nuraninya. Maksudnya, jangan menjadikan PTN sebagai ¡°tujuan¡±, tetapi sebagai ¡°alat¡± belaka untuk mencapai tujuan yang riil yakni dunia kerja atau masa depan.

Adalah wajar nian tatkala calon mahasiswa memilih program studi favorit di PTN, karena program-program studi itu memang menjanjikan dunia kerja atau masa depan yang relatif lebih baik; dengan gaji, penghasilan, atau kesejahteraan yang layak untuk hidup.

Jadi, biarpun gagal diterima di kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain program studi ¡°favorit¡± di PTN; hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Toh, masih banyak PTS-PTS yang membuka program-program studi sejenis dengan kualitas pembelajaran yang tidak kalah dengan PTN dan biaya pendidikan yang cukup terjangkau calon mahasiswa. Lalu, mengapa tetap ngotot ke PTN, kalau tujuan utamanya adalah meraih masa depan yang lebih baik?. NNN Penulis, 10 tahun aktif di berbagai Bimbel di Bandung; kini tenaga fungsional di SMAN 21 Bandung NNN

Strategi Untuk Lulus SNMPTN 2009

Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah harapan kita semua dan juga harapan orang tua serta merupakan suatu kebanggaan tersendiri bila dapat lulus SPMB. Namun kesempatan untuk diterima di PTN sangat minim, karena bangku kuliah yang tersedia sangat terbatas. Dari sekitar 400 ribuan peserta SPMB, yang diterima melalui jalur ini rata-rata kurang dari 15% pada setiap tahunnya. Olehkarenanya sangatlah wajar banyak siswa berseloroh bahwa “Menjadi mahasiswa melalui SPMB tak ubahnya mengikuti undian berhadiah”. Ini dimaklumi karena banyak siswa sulit menebak mana yang lebih besar antara peluang menang atau peluang kalahnya. Dengan persaingan yang superketat dalam SPMB, memenangkan persaingan diperlukan kerja keras dan pintar serta strategi yang tepat, karena tanpa ini semua, bukan kesuksesan yang didapatkan tapi menemui kegagalan. Sedikitnya, ada tujuh faktor yang mempunyai peranan besar terhadap keberhasilan menembus SPMB, antara lain :

1. Penguasaan materi
2. Strategi pemilihan jurusan
3. Keterampilan mengerjakan soal
4. Kesiapan mental / psikologis.
5. Faktor Teknis
6. Pendekatan diri kepada Allah SWT

Kesuksesan didunia ini berawal dari rencana, begitu halnya kesuksesan di SPMB. If you fail to plan you plan to fail, jika Anda gagal membuat sebuah rencana, itu sama saja merencanakan kegagalan. Seperti halnya kesuksesan dibidang lain, energi terbesar kesuksesan di SPMB sangat ditentukan seberapa besar impian Anda untuk memasuki jurusan di PTN tertentu. Impian adalah hasrat atau keinginan yang “harus” dicapai. Dalam usaha / bidang apapun impian adalah titik awal keberhasilan. Impian pula yang memberi energi untuk selalu berusaha keras dan disiplin tinggi. Selain impian, bersikap positif terhadap hal apapun merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari impian. Jangan pernah pedulikan guru yang jelek mengajar, sekolah yang tidak mempunyai fasilitas, kemampuan yang serba terbatas. Fokuslah pada hal-hal yang positip bisa menunjang kesuksesan. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan tidak ada hentinya untuk berusaha mengejar ketinggalan. “Saya pasti bisa berhasil”, Saya pasti bisa, Saya pasti bisa memasuki PTN favorit.

Lima langkah efektif untuk mewujudkan impian:

Pertama, tetapkan dalam pikiran Anda cita-cita yang ingin Anda wujudkan dan gambarkan dalam pikiran Anda secara detil. Jangan takut untuk bermimpi besar dan jangan pernah melupakan impian tersebut.

Kedua, pastikan dengan tepat apa yang dapat Anda berikan sebagai ganti untuk impian yang Anda inginkan tersebut (tidak ada ‘makan siang gratis’)

Ketiga, buatlah langkah-langkah pasti untuk mencapai impian tersebut.

Keempat, tulis secara jelas impian Anda.

Kelima, bacalah dua kali sehari, satu kali sebelum tidur dan satu kali setelah Anda bangun dipagi hari.
Penguasaan materi

Dari hasil hasil pengamatan, banyak peserta yang gagal lulus SPMB karena tidak terlatih mengerjakan soal-soal SPMB. Padahal, banyaknya waktu luang ketika melakukan persiapan seleksi, seharusnya digunakan untuk mengerjakan soal-soal SPMB tahun-tahun sebelumnya. Soal SPMB bersifat standar dan seringkali berulang.

Untuk dapat mengerjakan soal-soal SPMB, tidak ada jalan lain kecuali menguasai materi / konsep dengan sebaik-baiknya. Idealnya, peserta dapat menguasai semua materi SPMB. Akan tetapi hal ini sulit dilakukan bahkan dianggap tidak mungkin. Oleh karenanya, strategi yang mungkin yaitu pemahaman terhadap konsep-konsep yang terpenting, dan jika memiliki waktu baru meluas ke hal-hal yang mendetail. Buatlah target (goal setting) yang jelas pada setiap periode waktu. Pemahaman secara sistematis dan gradual seperti ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang optimal.
Strategi pemilihan jurusan
Dalam menghadapi SPMB, setiap siswa dihadapkan pada masalah pemilihan jurusan yang terkadang sering dilematis. Hal ini terjadi karena banyak dari siswa yang tidak tau bagaimana strategi memilih jurusan. Idealnya, dalam persiapan menghadapi SPMB, sejak dini siswa harus menentukan jurusan apa yang akan dipilih dan di PTN mana. Dalam hal memilih jurusan harus disesuaikan dengan bakat dan minat. Strategi yang perlu dilakukan adalah:

Pertama, Ukurlah sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki yaitu dengan melakukan try-out secara berkala, atau melakukan simulasi di rumah. Setelah mengetahui nilai yang dapat dicapai, barulah ditentukan jurusan dan PTN yang tepat.

Kedua, kenali jurusan-jurusan yang ada di PTN, terutama jurusan-jurusan yang diinginkan. Setelah itu, lihatlah perkiraan pass in grade- nya.

Ketiga, tempatlah jurusan impian (optimistis) pada pilihan 1, dan pilihlah pilihan kedua dijurusan yang aman, tetapi masih mempresentasikan keinginan.

Keempat, mintalah dukungan dari orang tua, saudara, teman dekat atau seseorang yang teramat spesial untuk memberikan spirit demi terwujudnya impian Anda. Selain itu perlu juga dipertimbangkan tentang biaya hidup, tempat tinggal, keadaan lingkungan / sistem pergaulan dsb.

Keterampilan mengerjakan soal
Soal SPMB mempunyai karakteristik tertentu yaitu dari jumlah soal, kualitas soal, dan waktu pengerjaannya. Uraian jenis dan jumlah soal adalah sebagai berikut:

Kemampuan Dasar
• Mat. Dasar 25 Soal
• Bhs Indonesia 25 Soal
• Bhs Inggris 25 Soal
Jumlah 75

Kemampuan IPA
• Mat IPA 15 Soal
• Fisika 15 Soal
• Kimia 15 Soal
• Biologi 15 Soal
• IPA Terpadu 15 Soal
Jumlah 75

Kemampuan IPS
• Sejarah 20 Soal
• Ekonomi 20 Soal
• Geografi 20 Soal
• IPS Terpadu 15 Soal
Jumlah 75

Dari jumlah soal dan waktu yang tersedia, pengerjaan soal-soal SPMB di set rata-rata 2 menit per soal. Hal ini terjadi karena soal SPMB didesain sebagai alat seleksi, sehingga setiap peserta bukan hanya dituntut bisa tetapi juga cepat / dalam waktu singkat. Strategi yang perlu dijalankan adalah dengan mengerjakan soal-soal yang menurut Anda mudah. Jika ada soal-soal yang terlalu sulit, jangan memaksakan diri untuk mengerjakannya, pindahlah mengerjakan soal-soal yang lebih mudah, itu lebih baik. Jangan memberikan jawaban asal-asalan, lebih baik membiarkan kosong daripada memberikan jawaban yang spekulatif. Yang perlu menjadi renungan: Mengerjakan satu soal dalam waktu sepuluh menit atau duapuluh menit jelas merupakan time losses (kecolongan waktu) yang tidak termaafkan. Penstabilan emosi dan pengendalian dirilah yang mencegah melakukan kebodohan ini.

Kesiapan mental / psikologis.

Kesiapan mental / psikologis diperlukan bukan hanya ketika hari H SPMB, tetapi pada saat kapanpun termasuk ketika akan belajar. Lelah psikis seperti bosan, jenuh, dan sejenisnya akan mengganggu rencana belajar dan ketika hari H SPMB. Strategi mengatasi ketidaksiapan mental pada saat belajar adalah sebagai berikut:
Hentikan belajar dan pergilah tidur.
Cari penyebab kelelahan psikis (interospeksi diri), apa sebenarnya yang membuat bosan, jenuh dan hilang konsentrasi. Ada masalah dengan keluarga, teman, tetangga atau mungkin pacar ? Jika ada, selesaikanlah permasalahan itu dengan baik-baik. Hindari bentrokan, karena hal ini akan menambah beban mental, bila perlu mengalah dulu demi kemenangan Anda sendiri.
Ingat kembali hal-hal yang menarik dan menyenangkan jika Anda nanti lulus SPMB. Misalnya : Anda dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, dapat memenuhi harapan orang tua atau mungkin harapan masa depan yang cerah dan penuh kebahagiaan bersama orang-orang yang kita cintai.
Gunakan gaya belajar yang sesuai dengan Anda.
Hindarkan penggunaan obat penenang jenis apapun, karena dikhawatirkan efek sampingnya berakibat buruk bagi fisik Anda.
Faktor Teknis

Banyak peserta SPMB yang hingga sekarang masih dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, terutama bagi peserta yang merasa bisa mengerjakan soal dibandingkan dengan peserta lain tetapi dalam kenyataannya peserta tersebut tidak lulus dalam seleksi. Meskipun jawaban dalam pengerjaan soal sudah cukup akurat dan dapat dipercaya, tetapi ternyata kesalahan dalam pengisian formulir pendaftaran sangat menentukan dan sekaligus sebagai alat seleksi.

Dr. Toemin A. Masoem, ketua Panitia Pengolahan data UMPTN menyatakan bahwa kesalahan fatal yang dilakukan peserta SPMB adalah:

• Formulir atau lembar jawaban komputer (LJK) tidak dihitamkan secara benar

• Nilai SPMB tidak lengkap, bisa karena absen atau didiskualifikasi oleh panitia karena salah mengisi nomor peserta atau kode soal pada lembar jawaban.

Pernahkah kita berfikir berapa banyak peserta SPMB yang gagal dengan sia-sia seperti dalam kasus diatas? Ternyata dari data yang ada dari tahun ketahun luar biasa besarnya yaitu kurang lebih 14 persen dari peserta SPMB. Angka ini besarnya hampir sama dengan rata-rata peserta SPMB yang lulus seleksi setiap tahunnya (15,5 persen).
Pendekatan diri kepada Allah SWT

Setelah usaha maksimal dilakukan, maka hendaknya semuanya diserahkan kepada Allah SWT. Sebesar apapun impian kita, mustahil akan berhasil tanpa ridhoNya. Pendekatan diri kepada Allh SWT dan berdoa agar dalam belajar mudah memahami materi pelajaran, ketika memilih jurusan dan pada hari ‘H’ SPMB diberikan kemudahan dan dijauhkan dari kesalahan dan kesalahan yang mungkin terjadi karena kealpaan

dari Zone Univ Indonesia

ada cerita dari anak UI sendiri ni..yang kul disana

UPDATE: Informasi terbaru dan yang paling pasti tentang Ujian Masuk Bersama silakan dilihat di sini.
Jadi, di tahun ajaran besok. Selain lewat SNMPTN (dulu SPMB) UI juga membuka beberapa jalur masuk lainnya, yaitu :

di koran Kompas Rabu, 7 Mei 2008, tertulis di Universitas Indonesia jalur masuk itu ada beberapa, yaitu :
- Ujian Masuk Bersama UI ; sebagian besar masuk lewat sini (2290 orang)
- SNMPTN (dulu SPMB) ; hanya 900 orang yang masuk lewat sini.(20%)
- PPKB ; 450 kursi
- Jalur siswa berprestasti di olompiade keilmuan (tanpa tes) ; 30 orang
- Jalur prestasi olahraga dan seni ; 30 kursi
- KSDI (kerjasama Daerah dan Industri) ; 800 kursi

Total mahasiswa yang akan diterima sekitar 4500 mahasiswa.

Gimana ya adik-adik kita yang mau masuk UI? Apakah Ujian Masuk Bersama UI? Kenapa ya buat SNMPTN cuma 20 % kuotanya? KSDI itu bentuknya seperti apa? Ini akan merugikan atau menguntungkan para calon mahasiswa? Bukannya akses bagi para calon mahasiswa akan menjadi terhambat ?

Apa pandanganmu ?

Antara UGM dan ITB di SNMPTN 2008

UGM dan ITB Peringkat I di SNMPTN 2008
Surabaya (ANTARA News) – Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih peringkat pertama untuk kelompok IPS dan IPA, pada dalam ajang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2008.

Tim Statistik ITS untuk SNMPTN 2008, Lucia Aridinanti, di Surabaya, Kamis, mengatakan, UGM menempati tingkat ketetatan tertinggi untuk kelompok IPS.

“Namun, tingkat ketetatan ini terjadi, karena UGM hanya membuka 240 bangku untuk mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, padahal jumlah peminat masuk ke UGM sangat tinggi”, katanya.

Sehingga, nilai keketatan pada kelompok IPA adalah 4.07 persen, artinya setiap empat orang bersaing dengan 100 orang pemilih. Sedangkan yang paling longgar persaingannya adalah Unijoyo dengan nilai keketatan 137,05 persen.

Sedangkan dari sisi daya tampung, UGM berada di urutan ke-53 dari 57 PT yang mengikuti SNPTN di Indonesia. Urutan pertama diduduki Unibraw, sedangkan ITS berada pada urutan ke-6.

Saat ini daya tampung menjadi salah satu aspek penting, mengingat trend yang sedang terjadi adalah PTN banyak yang membuka jalur khusus dengan harga khusus pula yang biasanya hanya terjangkau oleh orang-orang kaya.

Sementara itu, dari sisi nilai maksimum, maka ranking pertama diperoleh ITB, sedangkan ranking kedua dan ketiga diperoleh ITS dan UI. Dari sisi nilai minimum, maka ranking satu, dua, dan tiga diduduki secara berturut-turut oleh ITB, UI, dan ITS.

Menurut dia, kinerja kualitas dari calon mahasiswa baru (Maba) yang masuk ke PTN dapat dicermati berdasarkan indikator yakni nilai rataan, standar deviasi, nilai minimum, nilai maksimum, dan keketatan.

Kesemua indikator tersebut akan dapat dilihat homogenitas datanya dengan menggambarkan sebaran datanya pada distribusi normal.

Data 10 Besar Kelompok IPA berdasarkan nilai rataan diantaranya ITB (826,01), UGM (774,09), Unair (742,60), UI (732,20), ITS (709,86), UNS (681), UNY (654,45), UM (641,68) Unpad (639,67) dan IPB (621,02).

Sedangkan data 10 besar kelompok IPS berdasarkan nilai rataan diantaranya UGM (835.51), UJ (788.72), Unair (738.23), Undip (717.67), UNS (685.04), Unpad (683.78), Unibraw (681.69), UNY (664.89), Unsoed (655.00) dan UNJ (643.04).(*)

Ceritanya UM UGM Tahun 2007

SERENTAK UM-UGM MINGGU, 8 APRIL 2007; 30.777 Peserta, Ikuti Utul di 9 Kota< 2008-02-27 05:52:39 >
YOGYA (KR) – Peserta atau pendaftar Ujian Masuk (UM) UGM tahun 2007 ini mengalami penurunan sekitar 1.000 orang, kalau tahun 2006 yang mendaftar tercatat 31.170 maka tahun 2007 tercatat 30.777 orang. Ke-30.777 peserta ini akan mengikuti ujian tulis (Utul) secara serentak Minggu (8/4) di 9 kota/lokasi, namun yang terbanyak masih di lokasi ujian Yogyakarta. Menurut Ketua Panitia Pelaksana UM-UGM 2007 Dr Ir Budi Prasetyo WB, DEA, DESS kepada wartawan, Senin (2/4) di Ruang Fortagama, dari 30.777 peserta, 584 di antaranya ujian di Balikpapan, 921 di Cirebon, 3.474 di Jakarta, 1.207 di Madiun, 487 di Makassar, 887 di Palembang, 2.040 di Pakanbaru, 1.498 di Tangerang dan 19.679 di Yogyakarta (UGM). Di Yogyakarta pelaksanaan ujian akan dilaksanakan di 44 lokasi dalam kampus UGM. Informasi ruang atau lokasi ujian tulis UG-UGM dapat melalui layanan SMS dengan format: UM LOKASI[NOMOR_PESERTA], contoh: UM LOKASI 1700100001 atau wibside: http://www.um.ugm.ac.id, papan-papan pengumuman fakultas atau lokasi-lokasi strategis lainnya.
Jadwal Utul UM-UGM kelompok IPA dan IPC dimulai pukul 07.15, kelompok IPS pukul 10.15. Sedangkan, pelaksanaan ujian tulis kelompok IPA jadwal berakhir pada pukul 14.15, sedangkan kelompok IPS dan IPC pukul 16.00. Mata ujian IPA dan IPS selama 150 menit bidang yang diujikan Matematika, IPA, Fisika, Kimia dan Biologi jumlah soal l75.
Ujian IPA, IPS, IPC mata ujian Ilmu Pengetahuan Dasar selama 120 menit bidang yang diujikan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan 60 soal. Tes Potensi selama 60 menit untuk kelompok IPA, IPS, IPC. IPS dan IPC mata ujian Ilmu Pengetahuan Sosial selama 90 menit bidang yang diujikan Sejarah, Ekonomi dan Geografi dengan soal 75.
Menjawab pertanyaan berapa daya tampung tahun 2007 menurur Dr Budi Prasetyo dari tahun ke tahun tak bergeser sekitar 7.000 orang. Daya tampung tersebut untuk calon mahasiswa yang mendaftarkan melalui Penjaringan Bibit Unggul (PBU) sekitar 32 persen, UM-UGM sekitar 52 persen dan melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) nasional 18 persen.
Mengenai berapa peserta ujian yang sudah diterima di UGM dan ternyata tidak mendaftar ulang dikatakan oleh Dr Budi Prasetyo tahun lalu sekitar 80 orang, sementara yang tidak lulus SMA tetapi diterima melalui UM-UGM 3 orang. Meski tidak lulus asal memiliki lulusan setara seperti Paket C yang bersangkutan tahun ini masih memiliki hak untuk mengikuti pendidikan di UGM. (Asp)-m

TIPS SNMPTN 2008 – 2009

TIPS SNMPTN 2008
Satu hari sebelum ujian, Selasa, 1 Juli 2007:
Cek lokasi tempat ujian, dan pastikan nomor ujian Anda ada di lokasi tersebut.
Jika ada masalah dengan lokasi ujian, segera hubungi sekretariat. Nomor telepon 022-2511999.
Kenali dengan baik jalur perjalanan Anda, dan berapa lama perjalanan yang diperlukan dari rumah Anda sampai lokasi ujian. Perhitungkan kemacetan yang mungkin terjadi pada waktu menjelang ujian.
Jika menggunakan angkutan umum, kenali dengan baik jalur perjalanan angkutan umum, agar perjalanan dapat ditempuh dengan tepat.
Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ujian, seperti alat tulis, tanda peserta ujian, tanda pengenal, dan pakaian.
Upayakan cukup tidur pada malam hari sebelum ujian, agar tubuh lebih segar ketika ujian.
Berusahalah untuk santai.
Kartu ujian sebaiknya difotokopi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hari pertama, Rabu, 2 Juli 2007:
Usahakan Anda datang lebih pagi di lokasi ujian 1 (satu) jam sebelum jadwal masuk.
Periksa perlengkapan sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua perlengkapan sudah dibawa.
Sebelum berangkat ujian disarankan:
- Makan pagi dulu.
- Berdoalah.
Dengarkan penjelasan dari pengawas, agar tidak melakukan kesalahan.
Jangan menjamah soal sebelum ada tanda bahwa ujian sudah dimulai.
Pengawas akan meminta anda untuk membubuhkan tanda tangan pada Bukti Hadir dan Lembar Jawaban, dengan menggunakan alat tulis panitia.
Ikuti petunjuk dari pengawas.

Hari kedua, Kamis, 3 Juli 2008:
Perhatikan jadwal pelaksanaan ujian untuk masing-masing kelompok IPA, IPS, dan IPC.
Usahakan Anda datang lebih pagi di lokasi ujian 1 (satu) jam sebelum jadwal masuk.
Periksa perlengkapan sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua perlengkapan sudah dibawa.
Sebelum berangkat ujian disarankan:
- Makan pagi dulu.
- Berdoalah.
Dengarkan penjelasan dari pengawas, agar tidak melakukan kesalahan.
Jangan menjamah soal sebelum ada tanda bahwa ujian sudah dimulai.
Pengawas akan meminta anda untuk membubuhkan tanda tangan pada Bukti Hadir dan Lembar Jawaban, dengan menggunakan alat tulis panitia.
Ikuti petunjuk dari pengawas.
Setelah ujian selesai dilakukan, harap Tanda Peserta Ujian disimpan dengan baik dan jangan hilang, karena akan dipergunakan kembali pada saat registrasi ulang seandainya diterima di perguruan tinggi yang dipilih oleh peserta.

Lain-lain:

Jika kehilangan dokumen atau ada masalah yang berkaitan dengan SNMPTN, dapat menghubungi sekretariat. Dokumen yang hilang mungkin ditemukan dan dikembalikan ke sekretariat.

Tips Menghadapi Ujian/Tes

Tips Menghadapi Ujian/Tes

A.Pendahuluan

Mengerjakan tes atau ujian merupakan aktivitas yang sangat dekat dengan kita, baik ketika sekolah, memasuki dunia kerja, atau bahkan ketika akan dipromosikan dalam karir. Mengerjakan tes atau ujian terkadang bukan hanya masalah kita menghapal materi kemudian mengerjakan soal. Sesungguhnya ketika kita mengerjakan soal tes atau ujian terjadi banyak proses yang terkait bukan hanya pada saat kita mengerjakan tes, akan tetapi juga bagimanakah persiapan kita sebelumnya, reaksi emosional, serta fisik yang bercampur menjadi satu. Dalam mengerjakan soal tentunya tidaklah cukup mengAndalkan hapalan yang kita miliki dalam menjawab soal, akan tetapi lebih dari itu, bagaimana persiapan kita, strategi yang kita pilih untuk menyelesaikan soal menjadi kunci sukses tidaknya kita mengerjakan tes atau ujian.

Dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada perguruan tinggi negeri, tidak jarang kita mendengar terdapat orang-orang pintar yang tidak lulus. Dalam tulisan ini Anda akan diajak untuk melihat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan mengerjakan suatu tes atau ujian. Kemudian dalam tulisan ini Anda akan mendapatkan berbagai hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi ujian, baik persiapan secara fisik, maupun secara mental. Anda juga akan diajak untuk lebih mengenali karakteristik dari soal-soal tes atau ujian. Dan terakhir Anda akan diberikan strategi praktis menjawab soal secara efesien dan efektif.

B.Persiapan Mental

Mengerjakan sebuah ujian atau tes bukanlah hanya masalah apakah kita menguasai pokok materi atau tidak. Seringkali kita mendapati anak yang cerdas tetapi sering mendapatkan nilai yang rendah pada ujian atau tes. Hal ini mungkin saja terjadi karena mengerjakan saol ujian atau tes menuntut proses mental yang dipengaruhi berbagai faktor. Karena faktor mental menjadi dominan pada waktu kita mengerjakan tes atau ujian maka faktor mental ini juga mempunyai pengaruh yang besar dalam menyumbangkan keberhasilan mengerjakan tes atau ujian. Faktor mental yang dimaksud adalah kondisi psikologis testee (orang yang mengerjakan tes) pada waktu akan mengerjakan dan ketika mengerjakan tes atau ujian. Kekhawatiran menghadapi tes atau ujian diberi label kekhawatiran karena perasaan ini sebagian besar disebabkan oleh rasa takut yang, muncul oleh imajinasi. Umumnya, rasa takut berdasarkan realitas, sementara kekhawatiran adalah rasa takut karena imajinasi atau bayangan yang tidak jelas sebabnya.

Akibatnya fisik dan emosional bisa sama. Jika seseorang “takut terbang” tetapi belum pernah terbang, orang itu bisa dikatakan memiliki kekhawatiran yang hebat. Sebaliknya jika orang itu pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang, rasa takutnya kini didasarkan pada realitas.

Kekhawatiran menghadapi tes memiliki berbagai tingkatan, dari ringan sampai berat. Kekhawatiran bisa kronis (terjadi pada setiap tes tidak peduli seberapa penting tes itu), atau kekhwatiran akan tes bisa bersifat akut (hanya terjadi pada jenis tes atau ujian tertentu).

Kekhawatiran yang ringan dalam menghadapi tes atau ujian sebenarnya berita baik. Kekhawatiran ringan itu memacu hormon adrenalin kita sehingga menciptakan kewaspadaaan yang membuat Anda lebih terfokus dalam menyelesaikan tes atau ujian. Konsentrasi tetap tinggi pada kondisi ini.

Kekhawatiran yang berada di atas ringan adalah kekhawatiran tingkat tinggi, kekhawatiran tingkat tinggi dapat mengakibatkan otak berhenti bekerja untuk sementar. Pernahkah kita menglami kesulitan menjawab soal ketika mengerjakan tes atau ujian, tetapi setelah ujian selesai dan stes mereda, otak kita kembali aktif, jawaban itu menjadi jelas.

Jenis kekhawatiran yang berat atau hebat dalam menghadapi tes atau ujian memang tidak terlalu umum, tetapi jika kekhawatiran jenis itu menyerang dapat terjadi tekanan hebat yang secara mental dan fisik, seperti bisul, muntah-muntah, depresi yang akut. Sehingga jika Anda mengalami kekhawatiran jenis ini sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis.

C. Penyebab Kekhawatiran Menghadapi Tes

Kekhawatiran seringkali disebabkan oleh banyak hal, sehingga mungkin saja berbeda antar orang yang satu dengan yang lain. Akan tetapi pada umumnya faktor yang membuat orang khawatir adalah kurangnya persiapan yang merangsang timbulnya perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak diketahui. Bayangkan Anda berada di kelas III SMA yang akan menghadapi ujian nasional. Akan tetapi Anda tidak banyak meluangkan waktu untuk belajar. Sampai akhirnya waktu ujian tinggal satu bulan lagi. Apakah muncul perasan khawatir pada saat itu, apakah Anda stress menghadapi keadaan itu? pada umumnya ya, kita kan khawatir dan stress menghadapi ujian nasional tersebut.

Penyebabkan munculnya kekhawatiran yang kedua adalah karena kita pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Kita selalu saja mendapatkan nilai rendah pada pelajaran matematika sehingga ketika dalam ujian nasional terdapat mata pelajaran matematika kita menjadi khawatir. Apakah kita akan dapat menghadapi ujian nasional tersebut atau tidak.

Kedua penyebab munculnya kekhawatiran itu kemudian berkembang dalam diri seseorang dan seringkali memunculkan imajinasi sendiri akan pada diri seseorang
seperti :

· Menetapkan diri untuk gagal—“saya terlalu bodoh untuk mengerjakan tes atau ujian ini”.

· Mengecewakan diri sendiri — “saya tahu saya takkan pernah lulus tes atau ujian ini”.

Penyebab munculnya kekhwatiran yang akan membuat kita stress tentunya harus dapat kita kenali, sehingga kita dapat merencanakan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebih-lebihan. Untuk mencegah/mengurangi kekhawatiran menghadapi tes dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu ;
Hindari belajar kilat dan belajar secara rutin untuk mempersiapkan diri
Latihan mengerjakan soal
Tidur istirahat yang cukup malam sebelum pelaksanaan tes atau ujian
Makan yang cukup dan benar
Bayangkan kesuksesan
Motivasi lah diri Anda dengan bahasa yang positif
Berolahraga

B. Persiapan Fisik

Dalam mengerjakan tes atau ujian selain faktor mental, tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu fisik. Akan berbeda tentunya orang yang mengerjakan tes atau ujian dalam keaadaan sehat fisiknya dan dalam keadaan sakit. Untuk itu faktor fisik ini harus juga memjadi perhatian, apabila kita ingin berhasil dalam tes atau ujian. Bayangkan Anda belajar dengan giat siang dan malam untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri, akan tetapi pada hari pelaksanaan ujian Anda terserang sakit! Akankah Anda akan optimal mengerjakan sal-soal dalam ujian tersebut ?.
Untuk itu jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tes atau ujian kita harus mempersiapkan fisik kita sehat.

Perhatikanlah asupan makanan yang kita konsumsi. Banyaklah makan makanan yang bergizi tinggi, buah-buahan, sehingga otak kita dapat bekerja dengan baik untuk mengolah berbagai informasi ketika kita belajar. Sebuah penelitian di Institut Teknologi Massachusetts, peneliti memberikan kepada pria usia 18 hingga 28 tahun makan siang berupa daging ayam kalkun (mengandung 3 ons protein). Setelah itu mereka diminta melakukan latihan berpikir cukup rumit. Pada hari yang lain, mereka diberi makanan yang terbuat dari 4 ons tepung gandum (hampir karbohidrat murni) dan mereka diminta mengerjakan latihan yang serupa, para peneliti menemukan bahwa peserta tes mengalami penurunan kerja mental setelah memakan makanan yang berbeda. Hasil penelitian di atas rasanya cukup untuk mengingatkan kita bahwa apa yang kita makan akan mempengaruhi bagaimana kerja otak kita.

Selain memperhatikan asupan makanan, kita juga harus membiasakan berolahraga. Hal ini penting Karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Dengan kondisi tubuh yang sehat tentunya kita akan lebih semangat dalam mengerjakan berbagai aktifitas kita, seperti belajar, bermain, dan lain sebagainya. Dr. Bruce Tuckman, seorang professor penelitian pendidikan di Universitas Florida mengatakan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. Kesimpulan itu didasarkan pada penelitiannya dimana anak-anak sekolah yang ikut serta dalam program lari pagi selama lima belas minggu mendapatkan hasil lebih baik dalam tes kreativitas dari pada anak-anak yang tidak melakukan olahraga.

E. Kekuatan Berdoa

Indonesia adalah negara dengan masyarakat penganut beraneka ragam agama. Sebagai umat beragama, tentunya kita percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang telah mengatur berbagi keputusan hidup kita. Sebagai manusia kita hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan jugalah yang menentukan apa yang akan terjadi. Dialah yang menentukan berbagai rencana yang dimiliki manusia, tetapi Tuhan jugalah yang memerintahkan kita untuk berdoa meminta segala sesuatu yang kita harapkan. Dengan memanjatkan doa, menyatakan harapan, keinginan, tujuan yang hendak kita capai kepada-NYA seakan memberikan kekuatan kepada kita untuk menggapai harapan, tujuan, sebagaimana doa yang kita panjatkan. Berdoa memang agaknya sesuatu yang biasa kita lakukan, dan agaknya tampak seperti hal kecil.

Akan tetapi sesungguhnya dalam kata-kata doa yang kita panjtkan sesungguhnya di dalamnya terdapat energi yang dapat menggerakkkan diri kita untuk menggapai doa yang kita panjatkan tersebut. Jika kita akan menghadapi ujian atau tes, maka biasakanlah memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa agar ujian atau tes kita akan jalani dapat kita lalui dengan sukses. Percayalah, doa-doa yang kita bacakan akan memberikan energi positif pada diri kita yang akan mendorong kita untuk giat belajar, dan merasa yakin bahwa kita akan sukses dalam menjalani tes atau ujian

F. Pola dan Bentuk Soal

1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Pilihan Ganda (Multiple Choice) Hampir semua pertanyaan jenis memilih, tidak memerlukan pendapat atau penafsiran. Pertanyaannya bersifat obyektif, bukan subyektif. Ini tentunya berbeda dengan jawaban essai. Dengan demikian dalam tes yang berbentuk pilihan gAnda, Anda diharuskan untuk ;
mengingat informasi tertentu
memikirkan jawaban terbaik
memisahkan satu jawaban dari berbagai macam data

ketika membaca kembali sebuah pertanyaan memilih, ada tiga komponen yang perlu Anda pertimbangkan ;

~ Dasar (apa yang ditanyakan)
~ Opsi (pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyan itu
~ Diversi (serangkaian informasi yang dirancang untuk mengubah
perhatian)

“Dasar” merupakan inti pertanyaan itu. Dasar itu bisa satu kata atau seluruh paragrap. Dasar untuk pertanyaan bisa pula sebuah situasi, kasus, atau skenario. Ketiga hal ini mengharuskan peserta tes segera memutuskan apa poin utama uraian tersebut. Ketika menganalisis tes pilihan ganda, Anda harus memfokuskan perhatian hanya pada dasar pertanyaan.
“Opsi” merupakan pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyaan tes pilihan ganda. Opsi ini sering kali mengharuskan Anda menyadari jawaban yang benar di antara jawaban lain yang salah. Dalam tes pilihan ganda yang lebih kompleks, semua jawaban bisa tampak serupa atau saling melengkapi. Dalam hal ini perlu mempersempit pilihan dengan meninjau dasar pertanyaannya.
“Diversi” merupakan rangkaian informasi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Anda dari dasar pertanyaan. Diversi dapat berupa pertanyaan atau opsi. Agar tetap fokus, selalu kembali ke dasar pertanyaan. Berhati-hatilah pada kata-kata mutlak atau kata-kata dengan arti tetap, misalnya selalu, tidak pernah, tidak satupun, dan semua kata-kata yang bersifat mengecoh yang sebagian besar merupakan diversi. Kurang, lebih, sedikit, kadang-kadang, tidak, kecuali merupakan contoh kata-kata di mana Anda perlu berhenti dan memeriksa kembali. Jawaban bisa tampak jelas sehingga Anda melihat salah satu kata-kata ini.

2. Jawaban Singkat

Soal jawaban singkat adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat. Jawaban itu dapat muncul dalam beberapa bentuk seperti isi titik-titik, kata di tengah kalimat, melengkapi kalimat, serta definisi pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat umumnya memerlukan ingatan yang spesifik, deklaratif atau di luar kepala. Cara terbaik mempersiapkan diri untuk jenis tes ini adalah belajar dengan kartu flash (kartu yang berisi ringkasan materi).
Baca petunjuk soal dengan teliti. Jika ada yang kurang jelas dari petunjuk itu, tanyakan pada guru atau pengawas dan minta penjelasan.
Baca pertanyaan baik-baik. Dengan hanya membaca bagian pertama pertanyaan atau membaca pertanyaan sekilas, Anda bisa mengambil kesimpulan yang keliru sehingga mengakibatkan mengisi jawaban yang keliru.
Jawab hanya yang ditanyakan saja. Memberi jawaban yang terlalu banyak hanya akan membuang-buang waktu saja, lagi pula informais itu mungkin tidak diperlukan. Kecuali jika Anda piker ada dua kemungkinan atau lebih, tuliskan saja tandai pertanyaan itu, jika masih ada sisa waktu pikirkanlah kembali mana jawaban yang paling tepat. Akan tetapi jika tidak ada waktu lagi, maka guru yang murah hati akan memberi separuh nilai.

3. Essay

Sebelum mengikuti tes atau ujian yang berbentuk essay, maka Anda perlu menebak pertanyaan yang akan muncul, tuliskan jawaban Anda sebelumnya seakan Anda sedang mengikuti tes. Beri waktu sama dengan waktu Anda di kelas.
Ketika tes atau ujian berlangsung, baca baik-baik pertanyaan, jika diizinkan garis bawahi kata-kata kunci dalam pertanyaan itu. Jika pertanyaan punya banyak bagian, gunakan peta belajar untuk menyusun kembali pertanyaan dan bagian-bagiannya.
Pada tes yang berbentuk essay, guru akan mencari tiga unsur utama, yaitu ; pengetahuan Anda akan subyek, kemampuan Anda mengorganisasikan pikiran, dan keterampilan Anda dalam menulis. Untuk itu maka jawaban yang harus Anda berikan harus juga memilki tiga bagian utama, yaitu: pengantar, tubuh/isi, kesimpulan.
Pada bagian pengantar, nyatakanlah kembali atau tafsirkan pertanyaan dengan menggunakan beberapa kata dari pertanyaan. Kemudian lanjutkan jawaban Anda dengan tubuh / isi, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat peralihan yang dapat berasal Dari pengantar. Nyatakan ide-ide Anda dengan jelas dan ringkas. Dukung ide-ide pikiran utama Anda dengan contoh atau penjelasan yang lebih kongkrit. Setelah itu nyatakan kembali ide pokok Anda secara ringkas.

G. Lakukan Latihan Yang Tepat

Setiap soal memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Sehingga apabila kita sering mengerjakan soal-soal dengan pola dan bentuk yang sama kita akan menjadi terbiasa dan relatif lebih mudah mengerjakannya. Pengalaman mengikuti ujian nasional SMA, misalnya, hanya sekali kita alami, akan tetapi kita tetap dapat mengenali karakteristik soal dengan mengerjakan soal-soal sejenis tahun-tahun sebelumnya. Semakin kita sering mengerjakan soal-soal tersebut maka, semakin terlatih kita mengerjakan soal-soal pada tes atau ujian nasional tersebut. Demikian juga pada tes atau ujian di sekolah. Kita dapat memiliki pengalaman mengerjakan tes atau ujian sekolah apakah itu ulangan umum, atau tes yang lainnya dengan berlatih mengerjakan soal-soal pada periode sebelumnya. Misalnya akan ada ulangan umum pada mata pelajaran matematika di sekolah, maka pinjamlah soal-soal terdahulu dari kakak kelas untuk dipelajari dan coba mengerjakannya.

Berikan tanda pada soal-soal yang tidak dapat Anda selesaikan, carilah orang yang dapat memberikan penjelasan pada Anda misalnya guru atau kakak kelas. Setelah Anda berlatih mengerjakan soal-soal tersebut, kemudian ajaklah teman Anda untuk belajar bersama. Berikan jawaban atas soal-soal yang telah Anda kerjakan pada teman, kemudian mintalah tanggapan teman, apakah jawaban yang Anda buat sudah benar menurut teman Anda. Hal ini penting, karena Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena melakukan hal itu. Keuntungan yang pertama adalah kekuatan Anda mengingat soal yang telah Anda kerjakan menjadi lebih kuat dengan Anda menjelaskannya pada teman. Informasi itu akan bertambah kuat dalam ingatan kita manakala informasi itu kita sampaikan pada orang lain. Keuntungan yang kedua adalah bahwa dengan Anda menceritakan jawaban Anda atas soal-soal tersebut mungkin saja disalahkan teman Anda, sehingga membuat Anda berpikir ulang, dan meninjau kembali jawaban Anda. Masalah itu mungkin saja terjadi ketika Anda mengerjakan soal pada tes atau ujian yang sesungguhnya. Kita akan lebih ingat ketika mengerjakan soal yang sejenis, kesalahan yang pernah kita buat sebelumnya tentunya akan kita ingat betul, sehingga kita dapat menjawab dengan benar pada tes atau ujian yang sesungguhnya.

H. Baca Petunjuk Soal

Pada waktu Anda mengerjakan soal-soal pada pelaksanaan tes atau ujian maka ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan agar Anda mengerjakan soal tes atau ujian dengan baik. Pada saat-saat awal janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal. Anda harus membaca terlebih dahulu petunjuk pengsisian soal. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menyalahi perintah dari soal tersebut. Selain itu dengan membaca secara teliti Anda menjadi lebih yakin karena tahu bagaimana akan mengerjakan soal-soal tersebut.

I. Gunakan Teknik Scanning dan Scamming

Setelah membaca dengan teliti petunjuk pengisian jawaban, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membaca soal dengan cepat (scamming). Membaca dengan cepat (scamming) sebenarnya biasa dilakukan apabila kita mencari nomor telepon pada buku telepon, atau mencari satu kata di kamus. Selain scamming, kita juga melihat soal secara sekilas atau scanning seperti kita membaca Koran. Kelompokkanlah soal yang telah dibaca secara cepat tadi pada kelompok soal yang termasuk sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah.

Anda dapat mengelompokkan soal yang tidak tahu sama sekali, tidak ada bayangan bagaimana menjawabnya pada kelompok soal kelompok sangat sulit atau beri tanda SS. Untuk soal yang Anda hanya tahu sedikit dan masih sangat ragu akan kebenaran jawabannya maka masukkan ia ke dalam soal yang termasuk sulit atau beri tanda S. Untuk soal yang Anda rasa tahu dan bisa menjawabnya akan tetapi masih agak ragu apakah benar, masukkan soal tersebut dalam kelompok soal yang sedang atau Anda beri tanda SD. Sedangkan soal yang dirasa dapat Anda jawab dengan yakin benar maka masukkan ke dalam kelompok soal yang mudah atau beri tanda M. setelah semua soal diberi tanda, maka barulah isi jawaban mulai dari soal yang mudah, kemudian soal yang sedang, kemudian soal yang sulit, baru terakhir soal yang sangat sulit. Hal ini penting dilakukan karena seringkali peserta tes memulai mengerjakan tes berurut dari soal nomor 1 sampai nomor terakhir. Tentu saja peserta tes kan sangat rugi, pertama karena soal ujian atau tes biasanya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda antara soal yang satu dengan yang lain. Apalagi, soal-soal tersebut kemudian diacak dan tersebar. Jika peserta tes mengerjakan tes mulai dari nomor 1 maka bisa jadi ia mengerjakan soal-soal dengan kategori yang sulit, bahkan sangat sulit. Hal ini jelas merugikan peserta tes. Karena peserta tes akan kehabisan waktu karena mengerjakan soal yang sulit atau sangat sulit terlebih dahulu, karena bisa jadi ia mnemukan jawabnnya akan tetapi bisa jadi tidak meneukan jawabannya. Hal ini tentunya akan mebuat peserta tes kelelahan secara mental karena ia tidak dapat menjawab soal, sehingga apabila ia mendapatkan soal yang sesungguhnya mudah karena konsentrasinya sudah mulai pecah, soal yang mudah itupun akan sulit dijawab oleh peserta tes.

J. Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika sekolah, kuliah, akan bekerja, kita selalu dihadapkan dengan seprangkat ujian atau tes yang menjadi syarat untuk mencapai sesuatu. Untuk itu, setiap otang tentunya ingin agar mereka dapat mengerjakan tes dengan baik agar dapat mencapai apa yang mereka inginkan.
Keberhasilan menghadapi tes atau ujian tentunya harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari sebelum tes, serta pada saat tes berlangsung. Untuk persiapan sebelum tes, meliputi persiapan mental seperti mengatur rasa khawatir yang muncul, kemudian berdoa, serta persiapan fisik seperti berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sedangkan persiapan ketika tes berlangsung meliputi, latihan soal, mengenali bentuk-bentuk soal, dan mempelajari teknik-teknik mengerjakan soal seperti scamming, ataupun scanning.
Banyak orang yang mempunyai predikat sebagai orang pandai akan tetapi gagal dalam menghadapi suatu ujian atau tes. Hal disebabkan oleh faktor persiapan yang kurang baik, mereka memandang mengerjakan tes merupakan hal yang biasa sehingga tidak terlalu penting mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian tersebut.
Dengan mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian sesungguhnya membuat kita lebih yakin bahwa kita akan bisa mengerjakan tes atau ujian dengan baik. Keyakinan inilah kemudian yang menggerakkan energi yang ada pada kita untuk berupaya mengerjakan tes atau ujian dengan baik.

Sumber: dari berbagai sumber