Beda UMBPTN dan SNMPTN

Perbedaan UMBPTN dan SNMPTN:

UMBPTN
1. Dilaksanakan oleh BEBERAPA PTN atas kesepakatan bersama, tidak semua PTN ikut serta dalam UMBPTN.
2. Di bawah koordinasi dan tanggung jawab perhimpunan SPMB
3. Uang pendaftaran Rp 200.000-Rp 225.000, pembayaran via cabang-cabang BNI
4. Pendaftaran Online dilakukan mulai tanggal: 12 April 2010 sampai dengan tanggal 19 Mei 2010.
5. Ujian (seleksi) UMBPTN dilaksanakan Sabtu 22 Mei 2010, satu bulan lebih cepat dari SNMPTN
6. Peluang lulus lebih besar karena kuota yang tersedia lebih besar dan jumlah peserta lebih sedikit. Hanya tidak semua PTN ikut jadi peserta UMB.

SNMPTN
1. Dilaksanakan secara bersama oleh SELURUH Perguruan Tinggi Negeri
2. Di bawah koordinasi dan tanggung jawab Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)
3. Uang pendaftaran sekitar Rp 150.000-175. 000, pembayaran via cabang-cabang Bank Mandiri
4. Pendaftaran Online dilakukan bertahap. Bagi lulusan tahun 2008, 2009, dan Ujian Nasional Utama 2010, pendaftaran secara online dilaksanakan mulai tanggal 2 Mei 2010 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 31 Mei 2010 pukul 16.00 WIB. Bagi lulusan Ujian Nasional Ulangan tahun 2010, pendaftaran online dilaksanakan mulai tanggal 10 Juni 2010 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 12 Juni 2010 pukul 16.00 WIB. Bagi lulusan tahun 2008 dan 2009 dianjurkan mendaftar tanggal 2 – 12 Mei 2010.
5. SNMPTN 2010 dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juni 2010
6. Peluang lulus lebih kecil dari UMB karena kuota yang tersedia lebih kecil dengan jumlah peserta lebih banyak, namun pilihan lebih banyak karena seluruh PTN jadi peserta.

= = = = = = = =
Persamaannya adalah pendaftaran dilakukan secara online, seleksi dilaksanakan dalam satu sistem yang terpadu dan dilaksanakan serentak oleh PTN peserta dengan soal yang sama. Walaupun uang pendaftaran UMB lebih mahal sekitar rp 25.000-50.000 namun Perhimpunan SPMB menjamin biaya pendidikan adalah SAMA untuk yang diterima dari jalur UMB dengan jalur SNMPTN (memang sudah terbukti tahun sebelumnya), dan sama-sama tidak ada kutipan uang sumbangan (berbeda dengan jalur mandiri).

Ujian Masuk Bersama PTN 2010

update14 Mei 2010

buat teman -teman yang perlu soal UMB PTN silahkan download dibawah ini ….

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 110

Soal UMB Bahasa Indonesia – Kode 210

Soal UMB Bahasa Inggris – Kode 210

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 110

Soal UMB Matematika Dasar – Kode 210

Soal UMB Matematika IPA – Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 120

Soal UMB Biologi -Kode 220

Soal UMB Fisika -Kode 120

Soal UMB Fisika -Kode 220

Soal UMB Kimia -Kode 120

Soal UMB Sejarah -2009

Soal UMB Geografi – 2009

Soal UMB Ekonomi – 2009

UMB-PTN 2010 diselenggarakan untuk melakukan seleksi calon mahasiswa di 12 (dua belas) Perguruan Tinggi Negeri:

sumber : http://www.spmb.or.id

  1. Universitas Syiah Kuala – Banda Aceh (www.unsyiah.ac.id)
  2. Universitas Malikussaleh – Lhokseumawe (www.unimal.ac.id)
  3. Universitas Sumatera Utara – Medan (www.usu.ac.id)
  4. Universitas Andalas – Padang (www.unand.ac.id)
  5. Universitas Negeri Padang – Padang (www.unp.ac.id)
  6. Universitas Jambi – Jambi (www.unja.ac.id)
  7. Universitas Negeri Jakarta – Jakarta (www.unj.ac.id)
  8. Universitas Indonesia – Jakarta (www.ui.ac.id)
  9. Universitas Islam Negeri Jakarta – Jakarta (www.uinjkt.ac.id)
  10. Universitas Negeri Semarang – Semarang (www.unnes.ac.id)
  11. Universitas Palangka Raya – Palangka Raya (www.upr.ac.id)
  12. Universitas Islam Negeri Makassar – Makassar (www.uin-alauddin.ac.id)

Pendaftaran dilakukan secara online dengan terlebih dahulu membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat di kota Anda.

Biaya pendaftaran untuk pilihan kelompok IPA atau IPS adalah sebesar Rp. 200.000,- sedangkan untuk pilihan kelompok IPC sebesar Rp. 225.000,- Setiap peserta dapat memilih maksimal tiga program studi pilihan yang tersebar di 12 PTN. Cara pemilihan program studi dapat dilihat di sini.

Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.

Pembayaran dapat dilakukan mulai tanggal: 22 Februari 2010sampai dengan tanggal 19 Mei 2010.
Pendaftaran Online dapat dilakukan mulai tanggal: 12 April 2010sampai dengan tanggal 19 Mei 2010.
Ujian tulis akan dilaksanakan di Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekanbaru, Jambi, Jakarta, Bandung, Bekasi, Makasar, Padang, Cirebon, Palembang, Bandar Lampung, Tangerang, Semarang, Jogyakarta, Palangka Raya dan Surabaya pada tanggal 22 Mei 2010.
Pengumuman hasil seleksi secara online dengan menggunakan account pendaftaran setiap peserta pada tanggal 8 Juni 2010.

Bea Siswa Mengikuti Ujian (BMU)

BMU adalah mekanisme pemberian beasiswa untuk mengikuti ujian seleksi Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri. Aplikasi BMU dilakukan oleh sekolah yang mendapat disposisi dari perhimpunan SPMB di mana setiap sekolah dapat mendaftarkan maks tiga (3) orang peserta untuk memperoleh BMU.

    Sekolah dapat menghubungi perhimpunan SPMB di
    PERHIMPUNAN SPMB NUSANTARA
    Jalan Salemba Raya 4, Jakarta 10430
    Telepon : (021) 3101906, 31930339, 3160347
    Fax : (021) 31930328
    email : pspmbn[at]spmb.or.id
    Laman: http://penerimaan.spmb.or.id/bmu

UMB-PTS 2010

Ujian Masuk Bersama PTS  – (UMB PTS 2010/2011)


Pencetakan Kartu Peserta dapat dilakukan mulai tanggal 1 Nov –  7 November 2009.

 

Lokasi dan Waktu Ujian cybertest akan tercantum pada Kartu Peserta


UMB-PTS 2010/2011 diselenggarakan untuk melakukan seleksi calon mahasiswa di 31 Perguruan Tinggi yang tersebar pada 8 (delapan) kota besar di Indonesia:

 

Medan

  1. Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
  2. Universitas Medan Area (UMA)
  3. Universitas HKBP Nommensen (Univ. HKBP)

Lampung

  1. Universitas Bandar Lampung (UBL)
  2. Universitas Malahayati (UNIMAL)

Jakarta

  1. Institut Teknologi Indonesia (ITI)
  2. Universitas Tarumanagara (UNTAR)
  3. Universitas Trisakti (USAKTI)
  4. Universitas Yarsi (Univ. YARSI)
  5. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UNIKA JKT)
  6. Universitas Nasional (UNAS)
  7. Universitas Pancasila (UP)
  8. STIA Mandala Indonesia (STIAMI)
  9. Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN)
  10. Institut Keuangan Perbankan dan Informatika ASIA – Perbanas
  11. Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU)

Bandung

  1. Universitas Parahyangan (UNPAR)
  2. Institut Teknologi Nasional (ITENAS)
  3. Universitas Widyatama

Semarang

  1. Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Yogyakarta

  1. Universitas Achmad Dahlan (UAD)
  2. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)

Surabaya

  1. Universitas Surabaya (UBAYA)
  2. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim (UPN ” Veteran”)
  3. Universitas 17 Agustus 45 Surabaya (UNTAG)
  4. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas (STIE Perbanas)
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Ekononomi Indonesia (STIESIA)
  7. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Malang

  1. Universitas Islam Malang (UNISMA)
  2. Universitas Merdeka Malang (UMER)

Pendaftaran dilakukan secara online dengan terlebih dahulu membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat di kota Anda.

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 225.000,- (dua ratus dua puluh lima puluh ribu rupiah) per peserta baik peserta Kelompok IPA maupun peserta Kelompok IPS

Setiap peserta dapat memilih maksimal empat program studi pilihan yang tersebar di 31 PTS. Cara pemilihan program studi dapat dilihat di sini.

Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.

Prosedur Pendaftaran
(UMB-PTS 2010/2011)

  1. Membayar biaya pendaftaran ke cabang-cabang bank BNI terdekat. Biaya pendaftaran untuk pilihan kelompok IPA atau IPS adalah sebesar Rp. 225.000,-. Ketika membayar biaya ujian ini, Anda harus menyebutkan PTS, lokasi dimana Anda akan ujian.Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online di situs ini.
  2. Mendaftar secara online di situs ini dengan menggunakan Nomor pendaftaran dan PIN sebagai data untuk melakukan Signin

Jadwal

  1. Pembayaran di Bank BNI: 9 Oktober 2009 – 6 November 2009
  2. Pendaftaran Online: 9 Oktober 2009 – 6 November 2009
  3. Pencetakan KARTU UJIAN : 1 November 2009 – 7 November 2009 jam 11.30, apabila Anda tidak mencetak maka Anda dianggap mengundurkan diri
  4. Ujian (Cyber Test): 8 November 2009 (Tempat dan Waktu tertera pada kartu Ujian)

Materi Ujian terdiri dari:

Kemampuan Dasar terdiri atas :

  • Soal Matematika,
  • Soal Bahasa Indonesia, dan
  • Soal Bahasa Inggris.

Kemampuan IPA terdiri atas :

  • Soal Biologi,
  • Soal Kimia,
  • Soal Fisika, dan
  • soal IPA Terpadu.

Kemampuan IPS terdiri dari :

  • soal Sejarah,
  • soal Geografi,
  • soal Ekonomi, dan
  • soal IPS terpadu.

Peserta Kelompok IPA harus mengikuti ujian Kemampuan Dasar, dan ujian Kemampuan IPA.

Peserta Kelompok IPS harus mengikuti ujian Kemampuan Dasar, dan ujian Kemampuan IPS.

sumber :  http://www.spmb.or.id

SOAL PTN 2009

Karena banyak yang menanyakan via phone ke saya maka untuk
Soal Ujian Masuk PTN 2009 yang tersedia pada situs ini :


1. Soal SPMU UNPAD Tahun 2008 – 2009 untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA)
2. Soal Asli SIMAK UI 2009 untuk
– Kemampuan Dasar Kode : 921, 951 dan 952
– Kemampuan IPA Kode : 924, 954 dan 955
– Kemampuan IPS Kode : 927, dan 958
– Soal UMB UI Tahun 2008
3. Soal Asli Ujian Mandiri I dan II UNDIP 2009 untuk
– Kemampuan IPA Kode : 191
– Kemampuan IPS Kode : 292
4. Soal Asli Ujian Masuk Bersama PTN 2009 untuk
– Tes Nalar Berbasis Kurikulum Kemampuan Dasar Kode : 210
– Tes Nalar Berbasis Kurikulum Kemampuan IPA Kode : 220
– Tes Nalar Berbasis Kurikulum Kemampuan IPS Kode : 230
5. Soal Asli Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2009
– Tes Potensi Akademik Kode : 392
– Kemampuan Dasar Kode : 383 dan 385
– Kemampuan IPA Kode : 376 dan 378
– Kemampuan IPS Kode : 367 dan 369
– Soal SNMPTN 2005-2008 Lengkap Kemampuan Dasar, IPA dan IPS plus pembahasan
6. Soal Asli Ujian Masuk UGM Tahun 2009
– Kemampuan Dasar Kode : 931
– Kemampuan IPA Kode : 922
– Kemampuan IPS Kode : 942
– Ujian Masuk UGM Tahun 2005-2008 Lengkap Kemampuan Dasar, IPA dan IPS plus pembahasan
7. Soal Asli Ujian Masuk STT – Telkom 2009 Lengkap
– SMBB Telkom Gelombang I – Februari 2009 Kode 11 dan 12
– SMBB Telkom Gelombang II- Juli 2009 Kode 11 dan 12
– SMBB 2008
– SMBB 2007
– SMBB Telkom 2006 Kode 11
8. Soal Asli Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) 2009
9. Soal Asli Ujian Masuk Sekolah TInggi Ilmu Statistik 2009
– Bahasa Inggris
– Matematika
– Pengetahuan Umum
Bagi yang mau pesan maka :

1. Harga soal semua adalah Rp.450.000, – ( diluar ongkos kirim).

2. Transfer dana ke rekening BNI an Dimas Heri Yulianto di no rekening 0157700526
3. Konfirmasi pembayaran via sms ke no hp 0858 6686 5710 , nama, alamat tujuan, email, , tanggal dan jam transfer atau via email ke dhym66@yahoo.co.id
4. Setelah verifikasi selesai, soal dikirim
5. Terimakasih

Sejarah SNMPTN Dulu dan Kini

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNM-PTN dulu dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) adalah salah satu bentuk ujian penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi negeri, selain program mandiri (melalui ujian mandiri) dan penyaluran minat dan bakat melalui sekolah-sekolah (PMDK). Ujian ini dilaksanakan selama dua hari dalam setiap tahunnya secara serentak di seluruh Indonesia, biasanya dilaksanakan pada awal bulan Juli.

Sejarah
Ujian ini pada awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) yang pertama kali diadakan secara serentak oleh lima perguruan tinggi negeri pada tahun 1976. Ke lima PTN ini merupakan lima PTN paling diminati (favorit) oleh para calon mahasiswa. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Dengan sistem ujian masuk secara serentak ini, para calon mahasiswa tidak usah melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pada waktu dan tempat yang berbeda untuk meningkatkan kemungkinan mereka diterima. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional), sistem ujian bersama ini bertujuan menolong para calon mahasiswa untuk menghemat waktu dan biaya walaupun sistem ini jelas mengakibatkan peluang seorang calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN favorit menjadi hilang.

Pada 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan mahasiswa memilih program studinya dan bukan hanya perguruan tinggi yang ingin dimasukinya. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri, yang dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi, yaitu kelima perguruan tinggi di atas ditambah dengan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Di masyarakat luas, Proyek Perintis 1 ini lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Setelah kategori pertama, IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2. Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis. Sedangkan kategori tiga, yaitu perintis tiga, merupakan seleksi pada 23 PTN lainnya dengan proyek perintis tiga. Pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4.

Tahun 1983, Depdikbud memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dengan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4. Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tahun 1989, PMDK dihapus dan Simenmaru berubah menjadi UMPTN. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang disebut terakhir ini bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB.

Peserta

Peserta adalah lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat dan telah lulus ujian nasional pada tahun yang sama (hingga dua tahun sebelumnya) dengan penyelenggaraan SPMB. Misalnya pada tahun 2006, SPMB boleh diikuti lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat yang telah lulus ujian nasional pada tahun 2006, 2005 atau 2004. Peserta terbagi atas peserta jurusan IPA, IPS dan IPC. Masing-masing peserta IPA dan IPS mengikuti ujian hari kedua sesuai jurusannya, sementara peserta IPC harus mengikuti ujian kemampuan IPA dan IPS.

Biasanya calon peserta lulusan IPA dan ingin memilih jurusan perkuliahan yang noneksakta, maka calon peserta itu mengikuti ujian jurusan IPC. Padahal tidaklah harus demikian karena calon peserta itu dapat langsung memilih ujian jurusan IPS. Ini bergantung kepada pilihan-pilihan jurusan perkuliahan yang dipilih.

STRATEGI TEMBUS SPMB 2009

ini cerita dariteman yang di bandung …..

STRATEGI TEMBUS SPMB
Ujian akhir nasional (UAN) telah usai dan dari 1.891.339 peserta ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas/madrasah (SMA/MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun 2004, hanya 88,55 persen (1.674.781 peserta) yang berhasil melewati nilai standar kelulusan 4,01 ke atas

Setiap lulusan SMA/MA dan SMK (baca : sekolah menengah tingkat atas¡ªSMTA) berhak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, perguruan tinggi (PT), baik PT negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Akan tetapi, seperti sudah menjadi tradisi tahunan, para siswa umumnya berbondong-bondong mendaftarkan dirinya menjadi calon mahasiswa PTN melalui jalur sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Walaupun untuk itu terkadang mereka bertindak tidak rasional dan proporsional.

Tidak sedikit calon mahasiswa mengikuti SPMB berdasarkan ¡°mode¡± belaka, ikut-ikutan, mengikuti arus teman. Pilihan program studi mereka di PTN pada galibnya adalah jurusan-jurusan atau fakultas-fakultas ¡°favorit¡± yang diminati oleh banyak calon mahasiswa. Umpamanya, kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain. Padahal untuk dapat diterima di situ dibutuhkan nilai ujian yang tinggi, mengingat banyaknya peminat. Jadi, semakin banyak calon mahasiswa yang meminati suatu program studi di PTN, maka akan semakin tinggi pula nilai ujian yang harus diperolehnya untuk diterima di sana. Begitu pula sebaliknya.

Seluruh PTN di Indonesia yang menyelenggarakan SPMB hanya akan menerima 86.607 mahasiswa baru yang tersebar pada 1.615 program studi (Kompas, 11 Juni 2004). Kalau lulusan SMTA yang ikut SPMB diasumsikan sekira setengah juta orang, berarti yang tidak lulus SPMB jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang lolos.

Demikian sulitkah untuk menembus SPMB? Tidak juga, kalau calon mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi tembus SPMB dengan jurus 3K, yakni Kesempatan, Kemampuan, dan Kemauan, sebagaimana dielaborasi di bawah ini.

Kesempatan

Pada hakikatnya, menjadi peserta SPMB adalah suatu kesempatan, suatu peluang yang sudah semestinya disikapi secara positif oleh para siswa lulusan SMTA.

Setiap lulusan SMTA bisa mengikuti SPMB sampai tiga kali. Sewaktu baru lulus, setahun setelah lulus, dan dua tahun setelah lulus. Bagi siswa lulusan 2004 , SPMB tahun ini adalah kesempatan pertama untuknya dan jika tidak diterima, masih ada dua kesempatan lagi (2005, 2006). Bagi lulusan 2003, jika tidak diterima tahun ini, maka tinggal satu kesempatan (2005). Dan bagi lulusan 2002, tahun sekarang merupakan kesempatan terakhir untuknya, jika tidak diterima, maka hilanglah peluang menjadi mahasiswa PTN melalui SPMB.

SPMB 2004 diikuti 49 PTN seluruh Indonesia yang terbagi ke dalam tiga regional, yakni regional I meliputi PT di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat; regional II : Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur; dan regional III : Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. (Data lengkap PTN per regional dapat dilihat di Buku Petunjuk SPMB 2004 atau di http://www.spmb.or.id)

SPMB diselenggarakan di kota-kota di mana PTN berada dan di kota-kota lain yang oleh panitia dianggap strategis. Seleksi ujian tersebut diselenggarakan pada saat yang bersamaan dan menggunakan soal yang sama atau setara. Peserta ujian disarankan memilih tempat ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat program studi atau universitas yang menjadi pilihannya. Peserta ujian dapat memilih program studi di setiap PTN, dengan persyaratan salah satu pilihannya berada di regional di mana peserta mengikuti ujian; pilihlah tempat ujian yang paling dekat atau paling efisien. Lokasi ujian tidak menjadi pertimbangan diterima atau tidak diterimanya peserta di PTN, tetapi lebih ditentukan oleh nilai SPMB yang bersangkutan dan nilai-nilai dari pesaing di program studi pilihannya.

SPMB mempermudah siswa untuk bisa mendaftar dan diterima di PTN yang diminatinya. Mereka cukup sekali ujian dan memilih beberapa PTN tanpa harus pergi dan menginap ke lokasi di mana PTN pilihannya berada. Mereka hanya perlu mengadakan satu kali perjalanan setelah pasti diterima di PTN pilihannya.

Jadi, untuk dapat diterima di PTN, pilihlah program studi yang tidak favorit, yang berdaya saing rendah. Artinya, calon mahasiswa yang meminatinya tidak terlalu banyak. Strategi yang direkomendasikan di sini : pilihan ke-1 program studi nonfavorit, pilihan ke-2 program studi nonfavorit, dan/atau pilihan ke-3 (untuk yang mengikuti IPC) program studi nonfavorit juga.

Kemampuan

Pada dasarnya, SPMB adalah suatu proses seleksi akademis yang mencakup tiga kelompok ujian : IPA, IPS, dan IPC/Campuran (IPA dan IPS). Setiap lulusan SMTA, jurusan apa saja, boleh mengikuti SPMB kelompok IPA, IPS, atau IPC. Lulusan SMA jurusan IPS yang mengikuti SPMB kelompok IPA juga boleh memilih program studi apa saja di kelompok IPA, termasuk Kedokteran, Komputer, Teknik, Pertanian, dsb.

Secara umum, terdapat tiga mata ujian : kemampuan kuantitatif dan kemampuan verbal sebanyak 75 soal (yaitu matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, masing-masing 25 soal), kemampuan IPA 75 soal (matematika, biologi, fisika, kimia, dan IPA terpadu, masing-masing 15 soal), dan kemampuan IPS 75 soal (sejarah, geografi, ekonomi¡ªmasing-masing 20 soal¡ª, dan IPS terpadu 15 soal). Peserta ujian harus mampu mengalokasikan waktu dengan jumlah soal yang tersedia, sehingga tidak ada alasan kekurangan waktu pengerjaan soal. Perlu dicatat, kemampuan verbal waktunya 180 menit, kemampuan IPA 150 menit, dan kemampuan IPS 90 menit.

Oleh karena setiap pelajaran mempunyai bobot yang sama, maka kerjakanlah semua soal ujian. Kalau peserta SPMB sama sekali tidak mengerjakan soal salah satu mata pelajaran, maka ia akan mendapat ¡°nilai-mati¡± untuk pelajaran tersebut. Sungguhpun nilai yang lain bagus sekali, kalau ada ¡°nilai mati¡± maka ia tidak akan diterima!.

Semua peserta SPMB akan diurutkan menurut nilai ujiannya, kemudian dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu. Jika masih ada tempat di pilihan pertama, ia akan diterima di program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama telah penuh, dan masih ada program studi pilihan kedua, ia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan program studi pilihan kedua telah penuh, maka ia tidak akan diterima walaupun nilainya masih cukup tinggi. Bagi yang memilih kelompok IPC dengan tiga pilihan, maka pilihan ketiga akan diproses dengan cara yang sama.

Pendek kata, SPMB tidak mengenal passing grade. Setiap program studi menerima calon mahasiswa sesuai urutan nilainya, nilai yang lebih baik mendapat prioritas untuk diterima lebih dulu, dan penerimaan berhenti setelah daya tampung terpenuhi.

Jadi, kalau calon mahasiwa memilih program studi favorit, maka ia harus berupaya untuk meraih nilai ujian maksimal. Dengan asumsi, apabila nilai ujiannya tinggi, maka akan dapat mengalahkan para pesaingnya di program studi itu.

Kemauan

Pemilihan program studi di PTN, idealnya, selain karena calon mahasiswa mampu menaklukkan soal-soal ujian SPMB juga harus selaras dengan minat dan bakatnya, sehingga ia diharapkan sukses menyelesaikan studinya di PTN. Namun, dalam SPMB, melalui uji keterampilan program studi keolahragaan dan kesenian saja minat dan bakat calon mahasiswa dapat diketahui. Sebab, berdasarkan Keputusan Mendiknas No. 173/U/2001 tentang Penerimaan Calon Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, SPMB hanya bertujuan untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di PTN sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Dari sini, domain afektif dan psikomotor (menurut Taxonomy Bloom)¡ªkecuali untuk program studi keolahragaan dan kesenian¡ªtidak terungkapkan.

SPMB selain menafikan minat dan bakat calon mahasiswa juga tidak mengungkap perilakunya selama bersekolah di SMTA (misalnya : rajin, malas, tukang menyontek, sering kesiangan/terlambat, aktivis, trouble maker, dan lain-lain perbuatan positif maupun negatif siswa).

Berdasarkan uraian di atas, dalam mengikuti SPMB, calon mahasiswa hendaknya menggunakan hati nuraninya. Maksudnya, jangan menjadikan PTN sebagai ¡°tujuan¡±, tetapi sebagai ¡°alat¡± belaka untuk mencapai tujuan yang riil yakni dunia kerja atau masa depan.

Adalah wajar nian tatkala calon mahasiswa memilih program studi favorit di PTN, karena program-program studi itu memang menjanjikan dunia kerja atau masa depan yang relatif lebih baik; dengan gaji, penghasilan, atau kesejahteraan yang layak untuk hidup.

Jadi, biarpun gagal diterima di kedokteran umum, arsitektur, teknik informatika, komputer, ekonomi, manajemen, akuntansi, sastra Inggris, dan lain-lain program studi ¡°favorit¡± di PTN; hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Toh, masih banyak PTS-PTS yang membuka program-program studi sejenis dengan kualitas pembelajaran yang tidak kalah dengan PTN dan biaya pendidikan yang cukup terjangkau calon mahasiswa. Lalu, mengapa tetap ngotot ke PTN, kalau tujuan utamanya adalah meraih masa depan yang lebih baik?. NNN Penulis, 10 tahun aktif di berbagai Bimbel di Bandung; kini tenaga fungsional di SMAN 21 Bandung NNN

Strategi Memilih Jurusan/PTN

Strategi Memilih Jurusan/PTN
Inti dari strategi memilih jurusan/PTN adalah menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Disini dibutuhkan data klasifikasi PTN maupun jurusannya dan tingkat kemampuan akademik siswa yang bersangkutan. Masalahnya memang tidak sederhana karena data tersebut tidak dimiliki oleh umum. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah memprediksi klasifikasi jurusan dan memprediksi tingkat kesiapan akademik (kemampuan) siswa.

Memprediksi klasifikasi jurusan

Klasifikasi tingkat persaingan pada jurusan dapat diperkirakan dari reputasi PTN-nya, data peminat dan daya tampung jurusan yang dimaksud dikaitkan dengan pengalaman siswa-siswi tahun sebelumnya tentang berapa kira-kira nilai SPMB siswa yang diterima pada jurusan tertentu. Hasil analisis seperti di atas dapat dituangkan dalam bentuk prediksi passing grade jurusan yang diinginkan.

Memprediksi tingkat kemampuan akademik

Memprediksi tingkat kemampuan akademik dapat dilaksanakan dengan membuat soal tes stimulasi/try-out dengan jumlah soal, tingkat kesulitan, waktu serta sistem penilaian yang sama dengan SPMB. Dengan mengikuti beberapa kali stimulasi SPMB, siswa akan mengetahui rata-rata yang diperoleh. Inilah yang menjadi acuan pemilihan jurusan.

Kiat Menentukan Pilihan Jurusan

Menentukan pilihan jurusan menyangkut resiko berhasil atau gagal dan berkaitan dengan masa depan. Oleh sebab itu siswa harus menentukan pilihan sendiri keputusan yang diambil. Penulis hanya memberikan gambaran/komentar tentang komposisi pilihan yang sebaiknya dibuat.

Meskipun passing grade setiap jurusan bisa berubah setiap tahun, perlu kiranya diperhatikan data passing grade tahun-tahun sebelumnya. Pilihan pertama pada SPMB sebaiknya mempunyai passing grade yang tidak terlalu jauh dari rata-rata hasil tes stimulasi SPMB siswa yang bersangkutan. Sedangkan pilihan kedua adalah jurusan yang passing grade nya sekitar 5% hingga 10% lebih kecil dari passing grade pilihan pertama.

Referensi:
Faster, Bob dan Herlin. 2006. 1001 Soal dan Pembahasan Matematika Siap Sukses SPMB. Jakarta: Penerbit Erlangga